Biografi Bapak Susno Duaji

Posted by Biografi | Profil | Biodata Thursday, 15 April 2010 0 comments
Biodata, Biografi dan Profil Susno Duaji

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc.
(lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954; umur 55 tahun) adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjabat sejak 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat.

Susno Duadji 
merupakan lulusan Akabri Kepolisian dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain PTIK, S-1 Hukum, S-2 Manajemen, dan Sespati Polri. Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS.

Susno Duaji
adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama Duadji, seorang sopir, dan ibunya, Siti Amah seorang pedagang kecil. Ia adalah suami dari Herawati dan bapak dari dua orang putri.

Berikut riwayat karir Susno Duadji  sebelum menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

    * PAMA POLRES WONOGIRI (1978)PAMA POLRES WONOGIRI (1978)
    * KABAG SERSE POLWIL BANYUMAS (1988)
    * WAKA POLRES PEMALANG (1989)
    * WAKA POLRESTA YOGYAKARTA (1990)
    * KAPOLRES MALUKU UTARA (1995)
    * KAPOLRES MADIUN (1997)
    * KAPOLRESTA MALANG (1998)
    * WAKAPOLWILTABES SURABAYA (1999)
    * WAKASUBDIT GAKTIP DIT SABHARA POLRI(2001)
    * KABID KORDILUM BABINKUM (2001)
    * KABID BID RAPKUM DIV BINKUM POLRI (2002)
    * PATI (DALAM RANGKA TUGAS LUAR) FORMASI MABES POLRI WAKIL KEPALA PPATK) (2004)
    * KAPOLDA JABAR (2008)

Lulus dari Akademi Kepolisian 1977, Susno Duadji yang menghabiskan sebagian karirnya sebagai perwira polisi lalu lintas, sudah juga mengunjungi 90 negara untuk belajar menguak kasus korupsi. Karirnya mulai meroket ketika dia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Susno mulai ditarik ke Jakarta, ketika ditugaskan menjadi kepala pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili institusinya membentuk KPK pada tahun 2003. tahun 2004 dia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK ). Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar dan sejak 24 Oktober 2008, dia menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menggantikan Bambang Hendarso Danuri. Kode Susno sejak itu dikenal dengan Truno 3, atau orang nomor tiga paling berpengaruh di Polri setelah Kapolri dan Wakapolri.

Kontroversi Susno Duadji


1.Pernyataan Susno yang berbunyi “Ibaratnya di sini buaya disitu cicak. Cicak kok melawan buaya” telah menimbulkan kontroversi hebat di Indonesia. Akibat dari pernyataan ini muncul istilah “cicak melawan buaya” yang sangat populer. Istilah ini juga memicu gelombang protes dari berbagai pihak dan membuat banyak pihak yang merasa anti terhadap korupsi menamakan diri mereka sebagai Cicak dan sedang melawan para “Buaya” yang diibaratkan sebagai Kepolisian.
 
 2.Kode “Truno 3″ disebut dalam percakapan yang disadap oleh KPK sehubungan dengan kasus bank Century.
  
3.Pernyataan Susno yang berbunyi ”Jangan Pernah Setori Saya” juga sangat terkenal saat beliau menjabat sebagai kapolda Jabar.

Pada tanggal 5 November 2009, Susno Duadji menyatakan mundur dari jabatannya, namun mulai 9 November 2009 ia kembali aktif sebagai Kabareskrim Polri. Pada 24 November 2009, Kapolri resmi memberhentikannya dari jabatan Kabareskrim.

Source: http://iwansulistyo.com/susno-duadji

Biografi Carl Heinrich Marx

Posted by Biografi | Profil | Biodata Wednesday, 7 April 2010 0 comments
Biografi dan Biodata Carl Heinrich Marx
Carl Heinrich Marx adalah filsuf, ideolog, pencetus, paham marxisme-komunisme melalui bukunya Manifest Der Kommunistischen Partei (Manifesto Komunisme, 1848). Ia juga berpengaruh besar dalam paham pembentukan Negara. Pengaruhnya tidak dapat dipisahkan dari andil Friedrich Engels.

Marx lahir di Trier, Jerman. Ayahnya pengacara yang mengagumi Immanuel Kant dan Voltaire, serta ambil bagian dalam perubahan sistem perundangan di Rusia.

Marx menjadi mahasiswa Universitas Bonn (1835) selama setahun, untuk kemudia masuk Universitas Berlin (1836), tempat Ia belajar hukum dan filsafat. Pada tahun 1867 Marx menerbitkan bukunya yang berjudul Das Kapital (Kritik atas Kapitaslisme) jilid pertama. Ini merupakan karya penting Karl Marx selama hidupnya, sedangkan jilid kedua dan ketiga dari buku tersebut diterbitkan oleh Engels setelah Marx meninggal dunia.

Tahun-tahun terakhir kehidupan Marx amat sepi karena semua kawannya tersaing dari nya. Marx seakan mengasingkan diri dalam pekerjaan teoritisnya. Ketika Ia meninggal hanya delapan orang yang hadir dalam pemakamannya termasuk Engels.

Referensi: Buku KBK “SOSIOLOGI SMA Kelas 1”  Halaman 37 Penerbit: Yudhitira.

TAGS: Biografi Carl Marx, Biodata, Profil Carl Marx, Biografi Karl Marx, Karl Marx Biodata, Biografi Carlk Heinrich Marx





Biografi Abdoel Moeis

Posted by Biografi | Profil | Biodata Thursday, 1 April 2010 0 comments
Biografi Abdoel Moeis

Abdoel Moeis (lahir di Sungai Puar, Bukittinggi, Sumatera Barat, 3 Juli 1883 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun) adalah seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Pendidikan terakhirnya adalah di Stovia (sekolah kedokteran, sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), Jakarta akan tetapi tidak tamat. Ia juga pernah menjadi anggota Volksraad pada tahun 1918 mewakili Centraal Sarekat Islam. Ia dimakamkan di TMP Cikutra – Bandung dan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI, Soekarno, pada 30 Agustus 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 218 Tahun 1959, tanggal 30 Agustus 1959).

Karir Beliau

Dia pernah bekerja sebagai klerk di Departemen Buderwijs en Eredienst dan menjadi wartawan di Bandung pada surat kabar Belanda, Preanger Bode dan majalah Neraca pimpinan Haji Agus Salim. Dia sempat menjadi Pemimpin Redaksi Kaoem Moeda sebelum mendirikan surat kabar Kaoem Kita pada 1924. Selain itu ia juga pernah aktif dalam Sarekat Islam dan pernah menjadi anggota Dewan Rakyat yang pertama (1920-1923). Setelah kemerdekaan, ia turut membantu mendirikan Persatuan Perjuangan Priangan

Riwayat Perjuangan

    * Mengecam tulisan orang-orang Belanda yang sangat menghina bangsa Indonesia melalui tulisannya di harian berbahasa Belanda, De Express
    * Pada tahun 1913, menentang rencana pemerintah Belanda dalam mengadakan perayaan peringatan seratus tahun kemerdekaan Belanda dari Perancis melalui Komite Bumiputera bersama dengan Ki Hadjar Dewantara
    * Pada tahun 1922, memimpin pemogokan kaum buruh di daerah Yogyakarta sehingga ia diasingkan ke Garut, Jawa Barat
    * Mempengaruhi tokoh-tokoh Belanda dalam pendirian Technische Hooge School – Institut Teknologi Bandung (ITB)

Karya Sastra

    * Salah Asuhan (novel, 1928, difilmkan Asrul Sani, 1972)
    * Pertemuan Jodoh (novel, 1933)
    * Surapati (novel, 1950)
    * Robert Anak Surapati(novel, 1953)

Terjemahannya

    * Don Kisot (karya Cerpantes, 1923)
    * Tom Sawyer Anak Amerika (karya Mark Twain, 1928)
    * Sebatang Kara (karya Hector Melot, 1932)
    * Tanah Airku (karya C. Swaan Koopman, 1950)

TAGS: Biografi Abdoel Moeis,biodata Abdoel Moeis, profil Abdoel Moeis, riwayat hidup Abdul Muis

Referensi: http://biografitokohdunia.wordpress.com/2009/11/18/abdoel-moeis/

Biografi Max Weber

Posted by Biografi | Profil | Biodata Friday, 26 March 2010 1 comments
Biografi Max Weber

Max Weber, ahli sosiologi dan sejarah bangsa Jerman, lahir di Erfurt, 21 April 1864 dan meninggal dunia di Munchen, 14 Juni 1920. Weber adalah guru besar di Freiburg (1894-1897), Heidelberg (sejak 1897), dan Munchen (1919-1920).

Teori dan karangannya membantu meletakkan dasar-dasar sosiologi modern. Ia berpendapat bahwa birokrasi merupakan corak terpenting masyarakat modern, metode organisasi yang didasarkan pada pengkhususan tugas, tindakan menurut aturan dan aturan kekuasaan yang mantap.

Referensi: Buku Sosiologi SMA kELAS 1 Hal 51, Yudhistira.

Biografi Auguste Comte (1798-1857) - Bapak Sosiologi

Posted by Biografi | Profil | Biodata Wednesday, 17 March 2010 0 comments
Biografi Auguste Comte (1798-1857) - Bapak Sosiologi

Nama lengkap Auguste Comte adalah Isidore Auguste Marie Francois Xavier. Beliau adalah filsuf dan ilmuwan sosial terkemuka yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kemasyarakatan atau sosiologi. Comte lahir di kota Montpellier di Perancis selatan dari keluarga kelas menengah konservatif. Comte menerima didikan ilmiah yang baik di Ecole Polythecnique di Paris, sebuah pusat pendidikan berhaluan liberal.

Comte mencetuskan suatu  sistem ilmiah yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan baru, yaitu sosiologi. Pandangan Comte atas sosiologi sangat pragmatis. Ia berpendapat bahwa sesungguhnya analisis untuk membedakan "statika" dan "dinamika" sosial , serta analisa masyarakat sebagai suatu sistem yang saling tergantung haruslah didasarkan pada konsensus. Paradigma Fungsionalis dan paradigma ilmiah alamiah yang dirumuskan oleh Comte tetap memberi warna menonjol dalam sosiologi saat ini.

Auguste Comte dengan bukunya "Course de Philosophie Positive" menerangkan bahwa pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan-urutan tertentu yang kemudian akan sampai pada tahap akhir yaitu tahap ilmiah.

Auguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi karena dialah yang pertama kali memakai istilah sosiologi dan mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga ilmu tersebut melepaskan diri dari filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19 (1856).

Referensi: Buku Sosiologi kelas 1 SMA  halaman 6 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Penerbit Yudhistira