Biografi Goenawan Susatyo Mohamad - Sastrawan

Posted by Biografi | Profil | Biodata Friday, 26 February 2010 0 comments
Biografi Goenawan Susatyo Mohamad

Goenawan Susatyo Mohamad merupakan seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas. Tanpa lelah, ia memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan dan organisasi yang didirikan-nya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya. Seminggu sekali menulis kolom "Catatan Pinggir" di Majalah Tempo.

Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo kelahiran Karangasem Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, 29 Juli 1941, ini  pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair.  Ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan 1964 yang mengakibatkannya dilarang menulis di berbagai media umum.



Ia juga pernah menjadi Nieman fellow di Universitas Harvard dan menerima penghargaan Louis Lyons Award untuk kategori Consience in Journalism dari Nieman Foundation, 1997. Secara teratur, selain menulis kolom Catatan Pinggir, ia juga menulis kolom untuk harian Mainichi Shimbun (Tokyo).

Ia menulis sejak berusia 17 tahun, dan dua tahun kemudian menerjemahkan puisi penyair wanita Amerika, Emily Dickinson. Sejak di kelas VI SD, ia mengaku menyenangi acara puisi siaran RRI. Kemudian, kakaknya yang dokter (Kartono Mohamad, mantan Ketua Umum PB IDI) ketika itu berlangganan majalah Kisah, asuhan H.B. Jassin. "Mbakyu saya juga ada yang menulis, entah di harian apa, di zaman Jepang," tutur Goenawan.

Pada 1971, Goenawan bersama rekan-rekannya mendirikan Majalah Mingguan Tempo, sebuah majalah yang mengusung karakter jurnalisme majalah Time. Di sana ia banyak menulis kolom tentang agenda-agenda politik di Indonesia. Jiwa kritisnya membawanya untuk mengkritik rezim Soeharto yang pada waktu itu menekan pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Tempo dianggap sebagai oposisi yang merugikan kepentingan pemerintah sehingga dihentikan penerbitannya pada 1994.

Goenawan Mohamad kemudian mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), asosiasi jurnalis independen pertama di Indonesia. Ia juga turut mendirikan Institut Studi Arus Informasi (ISAI) yang bekerja mendokumentasikan kekerasan terhadap dunia pers Indonesia. ISAI juga memberikan pelatihan bagi para jurnalis tentang bagaimana membuat surat kabar yang profesional dan berbobot. Goenawan juga melakukan reorientasi terhadap majalah mingguan D&R, dari tabloid menjadi majalah politik.

Ketika Majalah Tempo kembali terbit setelah Pak Harto diturunkan pada 1998, berbagai perubahan dilakukan seperti perubahan jumlah halaman namun tetap mempertahankan mutunya. Tidak lama kemudian, Tempo memperluas usahanya dengan menerbitkan surat kabar harian bernama Koran Tempo.

Setelah terbit beberapa tahun, Koran Tempo menuai masalah. Pertengahan bulan Mei 2004, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menghukum Goenawan Mohamad dan Koran Tempo untuk meminta maaf kepada Tomy Winata, (17/5/2004). Pernyataan Goenawan yang dimuat Koran Tempo pada 12-13 Maret 2003 dinilai telah melakukan pencemaran nama baik bos Arta Graha itu.

Goenawan yang biasa dipanggil Goen, mempelajari psikologi di Universitas Indonesia, mempelajari ilmu politik di Belgia dan menjadi Nieman Fellow di Harvard University, Amerika Serikat. Goenawan menikah dengan Widarti Djajadisastra dan memiliki dua anak.

Selama kurang lebih 30 tahun menekuni dunia pers, Goenawan menghasilkan berbagai karya yang sudah diterbitkan di antaranya kumpulan puisi dalam Parikesit (1969) dan Interlude (1971), yang diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Prancis. Sebagian eseinya terhimpun dalam Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Seks, Sastra, dan Kita (1980), dan Catatan Pinggir (1982).

Hingga kini, Goenawan Mohamad banyak menghadiri konferensi baik sebagai pembicara, narasumber maupun peserta. Salah satunya, ia mengikuti konferensi yang diadakan di Gedung Putih pada 2001 dimana Bill Clinton dan Madeleine Albright menjadi tuan rumah.

Biodata Lengkap Goenawan Susatyo Mohamad

Nama:Goenawan Susatyo Mohamad
Lahir:Karangasem Batang, Jawa Tengah, 29 Juli 1941
Agama:Islam

Istri:
Widarti Djajadisastra

Anak:
2 orang

Pendidikan:
- SR Negeri Parakan Batang, (1953)
- SMP Negeri II Pekalongan, (1956)
- SMA Negeri Pekalongan, (1959)
- Fakultas Psikologi UI Jakarta, (tidak selesai)

Karya Tulis:
- Parikesit, (kumpulan puisi, 1973)
- Potret Seorang Penyair Muda sebagai si Malin Kundang (esei), (Pustaka Jaya, 1974)
- Interlude, (puisi, 1976)
- Sex, Sastra, Kita (esei), (Sinar Kasih 1980)
- Catatan Pinggir, (Grafitipers, 1982)

Penghargaan:
- Internasional dalam Kebebasan Pers (International Press Freedom Award) oleh Komite Pelindung Jurnalis (Committee to Protect Journalists), (1998)
- Internasional Editor (International Editor of the Year Award) dari World Press Review, Amerika Serikat, (Mei 1999)
- Louis Lyons dari Harvard University Amerika Serikat, (1997)
- Penghargaan Professor Teeuw dari Leiden University Belanda, (1992)

Organisasi dan Karir:
- Redaktur Harian KAMI, (1969-1970)
- Redaktur Majalah Horison, (1969-1974)
- Pemimpin Redaksi Majalah Ekspres, (1970-1971)
- Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985)
- Pemimpin Redaksi Majalah TEMPO, (1971-sekarang)

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/g/goenawan-mohamad/index.shtml

Biografi Lionel Messi - Pemain Sepak Bola

Posted by Biografi | Profil | Biodata Wednesday, 24 February 2010 0 comments
Biografi Lionel Messi - Pemain Sepak Bola

Lionel Andrés Messi atau yang akrab dipanggil Lionel Messi, lahir di Rosario, pada tanggal 24 Juni 1987. Dia adalah seorang pemain sepak bola terbaik  yang berasal dari Negara  Argentina . Saat ini Messi memperkuat FC Barcelona di La Liga (Liga Spanyol). Kemampuannya sering membuatnya dijuluki sebagai “Diego Maradona baru”.

Pada awalnya pemain bertinggi badan 169 cm ini beraksi di klub Grandoli, klub asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya Messi. Kemudian ia beralih ke Newell’s Old Boys. Namun klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500.000 pounds perbulannya. Untunglah Barcelona segera menangkap potensi hebat Leo Messi dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung bersama klub Katalan ini plus membiayai seluruh biaya terapi.

Bakatnya menarik perhatian dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol.

Sumber: http://strodong.co.cc/biografi/biografi-lionel-messi/

Biografi Ladya Cheryl - Artis

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Ladya Cheryl
Nama Lengkap: Ladya Cheryl Baharrizki
Jenis Kelamin: Perempuan
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 11 April 1981


Ladya Cheryl
Baharrizki Biasa dipanggil  dengan nama Ladya Cherryl lahir pada tanggal 11 April 1981 di Jakarta. Dia merupakan salah satu aktris Indonesia, anak kedua dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Jussuf Baharrizki dan Julie Vita Virgo.

Nama wanita setinggi 157 cm ini yaitu Ladya adalah pemberian dari neneknya yang menggemari Lady Diana. Film yang pernah dibintanginya di antaranya film sukses anak muda, ADA APA DENGAN CINTA.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/ladya_cherryl/

Biografi Ellyas Pical - Petinju Indonesia Pertama Meraih Gelar Juara Dunia

Posted by Biografi | Profil | Biodata Tuesday, 23 February 2010 0 comments
Biografi dan Biodata Ellyas Pical

Elly sudah gemar olahraga tinju sejak kecil. Elly yang pada masa kecil sering menghabiskan waktu sebagai pencari mutiara alami dengan menyelam sampai ke dasar laut hingga berakibat pendengarannya kurang peka, itu sangat senang menonton pertandingan-pertandingan tinju di TVRI, terutama pertandingan Muhammad Ali kala itu.

Pada usia 13 tahun, ia sudah ikut berlatih secara sembunyi-sembunyi karena dilarang oleh kedua orangtuanya. Ia pun memulai karirnya sebagai petinju amatir di kelas terbang. Ia pun beberapa kali menjadi juara mulai dari tingkat kabupaten hingga kejuaraan Piala Presiden.


Karir profesionalnya dimulai tahun 1983 dalam kelas bantam junior. Elly pun meraih juara OPBF setelah mengalahkan Hi-yung Chung asal Korea Selatan dengan kemenangan angka pada 19 Mei 1984 di Seoul, Korea Selatan. Atas kemenangan ini, Elly menjadi petinju profesional pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar internasional di luar negeri. Kemudian, Elly berkesempatan menantang juara IBF kelas bantam yunior (atau kelas super terbang) dari petinju Korea Chun Ju-do. Pertandingan itu diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1985 yang berhasil dimenangkan Ellyas Pical.

Ellyas Pical adalah petinju Indonesia pertama meraih gelar juara dunia tinju profesional. Petinju kelahiran Saparua, Ambon, 24 Maret 1960, ini merebut gelar juara IBF kelas bantam yunior (kelas super terbang) dari petinju Korea Chun Ju-do di Jakarta pada 3 Mei 1985. Rekor karir profesionalnya, adalah 20 kemenangan (11 KO), 1 seri dan 5 kekalahan.


Elly memiliki pukulan hook dan uppercut kiri yang terkenal cepat dan keras. Sehingga pukulannya dijuluki oleh pers sebagai "The Exocet", merujuk pada nama rudal milik Perancis yang digunakan oleh Inggris dalam Perang Malvinas saat itu.


Kemudian, Elly mempertahankan gelar melawan petinju Australia, Wayne Mulholland, 25 Agustus 1985. Lalu dikalahkan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco dengan angka di Jakarta. Kekalahan ini memacu Elly lebih giat berlatih sehingga ia bangkit dan membalas kekalahannya dengan memukul KO Cesar Polanco pada pertandingan kedua di Jakarta, 5 Juli 1986.

Setelah itu, Elly mempertahankan gelar melawan petinju Korea Selatan, Dong-chun Lee. Namun, ia dikalahkan petinju Thailand, Khaosai Galaxy dengan KO pada ronde 14, pada tahun 1987. Elly sempat merasa terpukul akibat kekalahannya. Namun setelah beberapa bulan, semangatnya bangkit kembali dan mampu merebut kembali gelar IBF kelas bantam yunior dari sang juara bertahan Tae-ill Chang, dari Korea Selatan.


Setelah dua tahun mempertahankan gelar tersebut, Elly harus melepas gelar juara itu setelah dikalahkan Juan Polo Perez dari Kolombia, pada 4 Oktober 1989 di Ronoake, Virginia, AS. Setelah kekalahan dari Perez, Elly masih sempat bertanding non gelar sebanyak 3 kali, namun prestasinya sudah semakin menurun. Sejak itu, namanya tidak lagi berrkibar di dunia tinju.


Belakangan suami dari Rina Siahaya Pical, dan ayah dari dua orang putra (Lorinly dan Matthew) yang tidak sempat lulus SD ini bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di sebuah diskotik di Jakarta. Hal ini terpublikasi, setelah ia ditangkap polisi pada 13 Juli 2005 karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik. Penangkapannya cukup mengundang keprihatinan dari berbagai pihak dengan menyoroti tiadanya jaminan hidup yang diberikan pemerintah kepada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara.


Elly divonis hukuman penjara selama 7 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah bebas dari penjara, Elly sempat ditampung bekerja di KONI pusat, sebagai asisten ketua KONI kala itu, Agum Gumelar. Kini ia dan keluarganya tinggal di perumahan Duta Bintaro, Kabupaten Tangerang.


Biodata:
Nama:Ellyas Pical
Lahir:Saparua, Ambon, 24 Maret 1960

Isteri:
Rina Siahaya

Anak:
- Lorinly
- Matthew

Pendidikan:
Tidak Tamat SD

Prestasi:
- Juara IBF Kelas Bantam Yunior 1985, 1986, 1987

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/e/ellyas-pical/index.shtml

Biografi Erros Djarot

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi dan Biodata Erros Djarot

Walaupun kini telah menjadi orang partai, namun kadang-kadang ia merasa malu dengan predikat politisi itu. “Saya kadang-kadang ngga suka dengan partai, dalam pengertian yang hari ini. Saya dipanggil politisi, aduh itu rasanya rendah sekali ya, lebih bagus disebut budayawan, itu saya bisa bangga. Karena politisi kelakuannya rusak, siapa yang tidak malu jadi politisi? Tetapi ini tugas yang harus saya jalankan,” katanya.

Lalu ia bertekad harus mengubah itu. Bagaimana caranya? Antara lain, ketika seorang politisi mendapat tugas dari negara, ia harus berubah dari seorang politisi menjadi seorang negarawan. Jangan lembaga kenegaraan direduksi oleh orang-orang politik dengan sikap sempit dan membangun oligargi partai, itu berbahaya.

Jika suatu hari nanti, misalnya, semua orang memilih PNBK dan Erros harus menjadi Presiden Indonesia, ia hanya akan menjalaninya sekali saja. Setelah pensiun akan membuat film lagi, membuat musik, dan menggelar konser. Sehingga ada perasaan yang menyenangkan yaitu menjadi berguna bagi orang lain.

Memasuki dunia politik ternyata tidak berarti Erros meninggalkan yang lain, seperti kegiatan kebudayaan. Baginya, aspek kesenian dan kebudayaan sangat membantu dalam memahami makna kehidupan. Kegiatannya sebagai seniman dan budayawan masih terus berjalan, masih mengarang lagu, menulis cerpen, menulis skenario, walaupun hanya untuk dinikmati sendiri. Semua kegiatan kebudayaan itu membuatnya tidak pernah merasa sepi. Sampai-sampai waktu seminggu itu kurang baginya.

Baginya kebudayaanlah yang membuat seorang manusia lebih mengenali dirinya, mengenal apa yang di luar dirinya, dan untuk semakin memperkuat jati diri. Ia akan terus melakukan ini sampai mati, karena itu ia merasakan kebudayaan sebagai anugerah yang luar bisa dari Tuhan.

Selain sibuk di partai, Erros merupakan orang yang suka bergaul dengan berbagai kalangan termasuk LSM. Ia juga suka merancang bisnis, tetapi mengaku tidak bisa menjadi direktur utama. Jabatan yang rasanya lebih pas adalah komisaris. Sebab, ia melihat dirinya itu tidak berbakat karena tidak bisa menipu. Padahal, menurut pengamatannya, seorang bisnisman harus bisa menjilat pejabat, bisa berbohong, bisa membohongi pajak dan menutupi banyak hal. Banyak temannya yang datang meminta konsultasi bisnis, ya diberikan tanpa biaya dan tarif. Hikmahnya adalah sekarang bisa buat partai.

Ia juga banyak melakukan kegiatan sosial seperti berkunjung ke pesantren. Pengalaman yang menarik adalah ketika bertemu para Kiai dan mengobrol. Tiba-tiba kiai itu memintanya menjadi sesepuh pesantren di Cirebon, padahal ia tidak mengerti banyak tentang dunia pesantren. Di samping itu, ia juga tidak memberi sumbangan uang kepada pesantren tersebut. Namun, karena kiai itu senang dengan karya-karya tulisannya, maka hubungan mereka pun menjadi dekat.

Kegiatan lain yang masih dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan rekan-rekan perfilman nasional.

Erros juga mengaku masih memiliki banyak impian yang belum tercapai. Terlalu banyak yang belum dicapai dalam merampungkan mimpi-mimpinya. Ia juga menganggap jabatan yang disandangnya saat ini hanya sementara.

“Bagi saya tidak pentinglah jabatan-jabatan ini semua. Pada saatnya ketika sebelum mati, saya tidak mau membayangkan dosa-dosa saya kepada rakyat. Kalau saya mati, saya telah mengerjakan pekerjaan saya yang belum selesai. Saya tak mau meninggalkan hutang, apalagi hutang kepada rakyat. Kalau saya dipanggil saya mau istirahat dengan damai. Tetapi selama saya hidup saya akan bekerja,” urainya.

Nama : Erros Djarot

Lahir:Rangkasbitung, Banten, 22 Juli 1950

Agama:Islam

Jabatan:Ketua Umum DPP PNBK (Partai Nasional Banteng Kemerdekaan)


Pendidikan:
  • Sekolah Teknik Tinggi KOln, Jerman (Tahun 1970)
  • Sekolah Perfilman, Inggris

Profesi:
Budayawan dan Politisi

Prestasi:
  • Pemenang “bronze Medal” mewakili Inggris Raya dalam Lomba Photo Internasional Competition, Nikkon, 1978;
  • Nominator Mike Burke's Award, BBC documentary Competition, 1979.
  • Pencita lagu “Badai Pasti Berlalu"
  • Sutradara Film “Cut Nyak Dhien
  • Karir Bidang Perss:
  • Pendiri Tabloid politik 'Detik' (dibredel Rezim Soeharto 21 Juni 1994),

Organisasi :
  • Kader “barisan Banteng" sebagai fungsionaris Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Yogyakarta,
  • Pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI),
  • Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras)
  • Anggota Dewan Etik Indonesian Corruption Watch (ICW)
  • Pendiri LITBANG Partai Demokrasi Indonesia (PDI) ( tahun 1983)
  • Fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  • Pendiri dan Ketua Umum Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK) (25 Juli 2002)
  • Pendiri dan Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK)

Alamat Kantor:
Jl. Penjernihan I/50
Telp; 5739550-51

Sumber:http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/e/erros-djarot/index.shtml

Biografi Bagir Manan - Biografi Ketua MA

Posted by Biografi | Profil | Biodata Monday, 22 February 2010 0 comments
Biografi Bagir Manan - Biografi Ketua MA

Setelah melalui proses panjang dan ketat, Guru Besar FH Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung kelahiran Lampung, 6 Oktober 1941, ini diangkat menjabat Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. Kariernya di bidang hukum tergolong panjang. Ia pernah menjabat sebagai Dirjen Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman.


Sebelumnya, ia menjabat Direktur Perundang-undangan Ditjen Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman (1990-1995), serta dosen luar biasa di UI, UGM dan sejumlah perguruan tinggi lain.


Ayah dari tiga anak dan suami dari Dra Hj Komariah ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam (Unisba) Bandung. Ia alumnus FH Unpad (1967), Master of Comparative Law Southern Methodist di University Law School Dallas Texas AS (1981), dan doktor ilmu hukum tata negara lulusan Unpad tahun 1990.


Sebelum dipilih menjabat Ketua MA, ia menjabat  Wakil Ketua Komisi Ombudsman Nasional dan mempunyai tujuh lokal tanah yang terletak di Jawa Barat dan Lampung. Tiga lokal yang berada di Jabar masing-masing seluas 400 meter persegi (di Cibeunying Kecamatan Cicadas, Bandung), 690 meter persegi (di Cipadung Kecamatan Cibiru, Bandung), dan 400 meter persegi di kompleks Perumahan Unpad, Jatinangor.


Selain itu ia mempunyai tiga mobil, yaitu sedan merek Toyota Corolla 1.600 cc tahun 1995, sedan merek Mitsubishi Lancer 1.500 cc tahun 1992, dan jeep merek Toyota Land Cruiser Hardtop tahun 1980. Bagir juga pemilik tabungan dan deposito di BNI kantor cabang Unpad senilai Rp 55 juta, serta di Bank HSBC cabang Bandung sebesar Rp 30 juta.

Biodata Diri Bagir Manan:

Nama:Prof Dr Bagir Manan SH MCL
Lahir:Lampung, 6 Oktober 1941
Agama:Islam
Jabatan:Ketua Mahkamah Agung RI
Isteri:Dra Hj Komariah

Anak:
Tiga orang

Pendidikan:
- 1967, Sarjana Hukum Universitas Padjadjaran
- 1981, Master of Comparative Law, Southern Methodist University Law School Dallas, Texas, AS
- 1990, Doktor Hukum Tata Negara, Unpad, Bandung
- 1993, Program Belajar tentang Sistem Pemerintahan, The Academy for Educational Development, Washington, AS
- 1997-1998, Program Belajar Hukum Indonesia, Universitas Leiden, Belanda

Pekerjaan:
- 1968-1971, Anggota DPRD Kodya Bandung
- 1974-1976, Staf Ahli Menteri Kehakiman
- 1990-1995, Direktur Perundang-undangan Departemen Kehakiman
- 1995-1998, Dirjen Hukum dan Perundang-Undangan Departemen Kehakiman
- 2000-kini, Rektor Unisba, Bandung
- 2001-2009, Ketua MA

Sumber: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/bagir-manan/index.shtml

Biografi Bachtiar Chamsyah - Biografi Menteri

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Bachtiar Chamsyah - Biografi Menteri

Namanya mulai makin akrab di lidah publik bak selebriti, saat ia dengan cerdas dan tangkas memimpin Pansus Bulog (2000-2001) yang ketika itu melibatkan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Maka banyak pihak menilai sangat bijak manakala Presiden Megawati mengangkatnya menakhodai kebangkitan Departemen Sosial dari kubur.

Pada era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Departemen Sosial (Depsos) ‘dikebumikan’ (dilikuidasi) dengan alasan tidak diperlukan, apalagi karena sebelumnya diduga telah menjadi sarang korupsi, kolusi dan nepotisme. Sekitar 2.500 pegawai Depsos berduka serta jutaan orang dibuat heran dan bingung. Dua tahun kemudian (2001), ketika Gus Dur jatuh tersandung kasus Bulog dan digantikan Megawati Sukarnoputri, Depsos dihidupkan kembali. Alasannya, masalah sosial yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks dan penangannya belum dapat sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.

Jutaan pengungsi akibat berbagai konflik sosial harus sgera diatasi. Belum lagi masalah fakir-miskin, anak telantar, yatim-piatu, bencana alam dan lain sebgainya. Siapa yang harus mengurusi itu semua? Lalu siapa figur pemimpin yang bertalenta mengatasi itu?


Presiden Megawati Sukarnoputri memilih H Bachtiar Chamsyah,SE. Seorang politisi yang piawai bernegoisasi dan berdiplomasi untuk meminimalisasi konflik untuk mencapai tujuan atau konsensus. Ia ‘anak Medan’ yang dinilai tangkas dan cerdas (banyak taktik), sehingga diyakini mampu mengatasi masalah pengungsi dan masalah sosial lainnya yang sangat kompleks itu. Lebih lagi, ia dinilai seorang yang akan mampu memperbaiki citra Depsos dari dugaan sarang KKN.

Padahal, lelaki Minang kelahiran Aceh ini tak menduga akan diangkat menjadi menteri, apalagi menjadi Menteri Sosial. Latarbelakang pendidikannya adalah ekonomi. Saat di legislatif (DPR) ia juga tidak membidangi masalah sosial. Ia berada di Komisi V dan VI. Namun, ia tak pernah merasa tidak mampu memimpin departemen ini. Baginya, apapun bidang pekerjaan jika dihayati akan dapat dikerjakan dengan baik.

Dalam percakapan dengan Wartawan Tokoh Indonesia di ruang kerjanya, Kamis 19 Juni 2003, Bachtiar Chamsyah mengatakan, sudah terbiasa menghayati setiap pekerjaan yang digumulinya. Kendati ia mengaku sangat banyak masalah yang dihadapinya saat pertama kali masuk kantor sebagai menteri. Namun, katanya, yang namanya memimpin tentu ada persoalan.



“Tetapi kita ‘kan dilatih mencari solusi dengan berpikir sistematis. Itu fungsi bersekolah yaitu memecahkan persoalan dengan kerangka yang sitemastis. Orang banyak berpikir masuk perguruan tinggi hanya untuk menjadi pegawai. Tetapi sesungguhnya hakikat bersekolah itu adalah agar kita dapat memecahkan persoalan secara sistematis,” ujar sarjana ekonomi (akuntansi) dari Universitas Medan Area dan mantan mahasiswa tingkat V Jurusan Akuntansi FE Universitas Nommensen ini, menjelaskan.

Bahkan ia menyatakan merasa berbahagia menghadapi tugas berat yang dipercayakan di pundaknya. Bayangkan waktu awal-awal menjadi menteri, ia harus menghidupkan dan membangun struktur organisasi yang sebelumnya telah bubar. Kemudian harus bisa meyakinkan DPR untuk meningkatkan budget departemen ini. Lalu memperbaiki citra Depsos yang sebelumnya dikenal sebagai sarang korupsi. Menata anggaran sedemikian rupa. Setelah itu menghadapi berbagai persoalan sosial yang makin kompleks dalam tahun-tahun terakhir.

Ia merasa tugas Menteri Sosial itu berat, tetapi mulia. Artinya, itu adalah tugas untuk melaksanakan amanat UUD, kemanusiaan, yang tidak ada profitnya. Kendati tugas ini nonprofit, ia yakin dapat mengembannya dengan mengajak mereka yang berkemampuan dan kalangan LSM untuk menanggu-langinya. Apabila semua potensi di dalam masyarakat diajak, kerja berat it akan menjadi ringan.

Untuk itu, sebagai nakhoda, ia sadar harus menjadi teladan. Mulai dari hal kecil hingga yang terbesar. Mulai dari persoalan jam kerja hingga kecepatan bertindak dan mengambil keputusan. Ia memulai dengan disiplin masuk kantor jam tujuh pagi dan pulang rata-rata jam setengah delapan malam.

Ia pun berhasil membangkitkan semangat hidup semua jajaran Depsos yang dipimpinnya. Ia mengajak jajaran Depsos melakukan introspeksi untuk membangkitkan eksistensi dan citra Depsos baru.

Dua tahun Depsos ‘dikebumikan’ diinspirasikannya menjadi cambuk, semacam pertapaan atau bersemadi, seperti renungan Toynbee dalam A Study of History. Bertapa, bersemadi, diibaratkannya sebagai bibit (biji, tampang) yang ditanam di dalam tanah (mengasingkan diri ke dalam tanah), untuk kemudian tumbuh atau timbul kembali sebagai tanaman baru yang akan berbuah banyak dan berguna.

Toynbee menyebut hal itu “withdrawal and return”, bertapa dan kembali dari pertapaan. Jadi bertapa bukan untuk terus bertapa, karena bertapa terus sama artinya dengan bunuh diri. Melainkan bertapa untuk menerima wahyu, inspirasi, dan menghimpun tenaga baru untuk kemudian kembali ke dalam perjuangan masyarakat, menjadi teladan dan penunjuk jalan baru bagi rakyat. Memberi citra baru eksistensi dan perjalanan perjuangan Depsos, yang demikian strategis dan urgen mengatasi persoalan-persoalan sosial yang amat kompleks.

Saat peraya-an Proklamasi RI ke-56 di Depsos, ia mengatakan pembubaran Depsos di era Gus Dur merupakan renungan bagi kita untuk introspeksi dan memperhatikan kinerja yang berdaya guna dan bertanggung jawab. “Kita ditunggu setumpuk persoalan sosial, yang semakin hari semakin bertambah,” katanya.

Kiprahnya sebagai Menteri Sosial sangat fenomenal dalam membangkitkan kembali Depsos sebagai departemen strategis yang amat diperlukan bangsa ini. Ia berupaya menjadikan Depsos berkemampuan menyelesaikan berbagai masalah sosial, termasuk dampak sosial krisis ekonomi, terutama yang dialami keluarga rentan, anak jalanan dan kaum telantar, guna mengangkat harkat dan martabat sosial-nya, serta dapat mengem-bangkan kesetiakawanan sosial masyarakat.

Ia pun menegaskan tidak akan menjadikan Depsos sebagai pemungut limbah sosial akibat pembangunan yang salah arah. Ia dengan tegas mengatakan bahwa pemberdayaan sosial akan menjadi leading sector Depsos baru. Ia sudah bertekad untuk tidak memosisikan departemen ini hanya sebagai pemadam kebakaran yang hanya mengatasi masalah setelah terjadi dan memungut limbah sosial akibat pembangunan yang salah arah. “Apabila kita mampu mengatasi masalah sosial di hulunya, mudah-mudahan di hilir limbahnya akan berkurang,” ujar menteri yang berasal dari keluarga sederhana ini.

Biodata Bachtiar Chamsyah:

Nama :H. Bachtiar Chamsyah, SE
Lahir :P. Tiji Sigli, 31 Desember 1945
Jabatan :Menteri Sosial RI
Agama :Islam
Istri :Roshidah MS (Guru SMU Negeri 8 Jakarta)

Anak:
Roshi Ika Putri, SE. Ak
Moh. Iqbal, SE. Ak
Rini Irawati (Fak. Teknik Universitas Pancasila, Jakarta)

Pendidikan
SD Negeri Kutacane, lulus 1957
SMP Negeri Medan, lulus 1961
SMA Ngeri Maninjau, Lulus 1964
AAN Negeri Medan 1966 s/d 1970
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Nommensen, Tingkat V, tidak lulus
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Medan Area, lulus 1997

Organisasi
1966. Anggota KAMI Komisariat AAN Negeri Medan
1967. Ketua Komisariat HMI AAN Negeri Medan
1969. Ketua Umum HMI Cabang Medan
1976. Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara
1971. Wakil Ketua Muslimin Indonesia Sumatera Utara
1994. Pjs. Ketua DPW Partai Persatuan Pembanguan Sumatera Utara
1994 – Sekarang. Wakil Sekjen DPP PPP
1999 – 2002 Sekjen Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI)
2002. Ketua Umum PARMUSI

Pekerjaan
1974 – 1981. Pegawai Honorer Pemda Kodya medan
1978 – 1980. Guru (Swasta) Perguruan Amir Hamzah Medan
1982 – 1987. Anggota DPRD Tk. 1 Sumatera Utara
1987 – 1992. Wkl. Pimpinan Umum Mingguan DEMI MASA, Medan
1992 – 1997. Angota DPR RI (Wakil Sekretaris FPPP)
1997 – 1999. Anggota DPR RI (Sekretaris FPPP DPR)
1999 – 2004. Anggota DPR RI
1999 – 2001. Ketua Komisi V DPR RI
2000 Ketua Pansus BULOG GATE
2001 Menteri Sosial RI pada Kabinet Gotong Royong

Riwayat Perjuangan
Aktif dalam penumpasan G.30 S/PKI dan Penegakan Orde Baru:
- Sebagai Ketua KAMI Komisariat AAN Negeri Medan
- Aktifis dan Ketua Komisariat HMI Medan

Tanda Penghargaan
Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi 2000

Alamat Rumah:
Jl. Widya Candra IV No. 18

Alamat Kantor:
Jalan Salemba Raya No.28, Jakarta Pusat
Telp (021) 3103591


Sumber: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/bachtiar-chamsyah/index.shtml

Biografi Astrid Sartiasari

Posted by Biografi | Profil | Biodata Sunday, 21 February 2010 1 comments
Biografi Astrid Sartiasari

Nama Lengkap: Astrid Sartiasari

Nama Panggilan: Astrid

Tanggal Lahir: : Surabaya, 27 Januari 1982

Nama Ayah : Drs. HM Ali Basjar

Nama Ibu : Dra. Siti Kustiiyah

Zodiak: Aquarius


Pendidikan Terakhir : SDN. Dr Soetomo VIII Surabaya, SMPN 1 Surabaya, SMUN 2 Surabaya, 
Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Teknik Surabaya

Penyanyi Favorit: Bjork


Astrid Sartiasari adalah seorang penyanyi yang mengawali karir sebagai penyanyi cafe. Astrid yang lahir di Surabaya, 27 Januari 1982 itu, pernah meraih Best Vocal dalam Festival Band SMA se-Surabaya, sebelum kemudian Sony Music tertarik dengan suara khasnya.

Astrid dipercaya untuk membawakan album soundtrack film TUSUK JELANGKUNG (2003), dengan lagu Ratu Cahaya. Kesmpatan kedua juga datang padanya, dengan dipercaya kemabali mengisi soundtrack film VINA BILANG CINTA, dengan lagu Di Dadaku Ada Kamu dan Cinta.

Karir Astrid semakin gemilang, kesempatan pun kembali datang padanya. Astrid mendapatkan tawaran untuk bergabung dalam album kompilasi bertajuk A Portrait of Yovie, di mana dia harus membawakan single karya Yovie Widianto berjudul Tak 100%. Hal itu tak dibiarkan berlalu begitu saja.

Pada akhir 2005 Astrid, kemudian merilis album self-titled, Astrid (2005). Sebagai lagu unggulan album ini, lagu Cinta Itu. Lagu ini kemudian menjadi theme-song film MIRROR bersama lagunya yang lain, Ku Mau Kamu Selamanya, Cahaya Cinta dan Perpisahan.

Pada Februari 2007, Astrid kembali merilis repackage dari debut albumnya, dengan menampilkan hit-single, Jadikan Aku Yang Kedua.


ALBUM
    * Indie Colors (1998, Aku Jiwaku)
    * OST Tusuk Jelangkung (Ratu Cahaya, 2003)
    * Backing Vocal album Padi Save My Soul (Sesuatu Yang Tertunda, 2003)
    * Backing Vocal Album Incolaboration with Iwan Fals (Lagu Sesuatu Yang Tertunda)
    * Album Portrait of Yovie (Tak 100%, Juli 2005)
    * OST. Vina Bilang Cinta (Didadaku Ada Kamu, Cinta, 2005)
    * Astrid (2005)
    * Jadikan Aku Yang Ke-2 (2007)
    * Kedamaian, colaboration with Saint Loco (2007)


Referensi:

http://profilseleb.blogspot.com/2009/06/astrid-sartiasari-profil.html
http://selebriti.kapanlagi.com/astrid_sartiasari/

Biografi Annisa Pohan

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Annisa Pohan

Nama : Annisa Larasati Pohan

Tanggal Lahir : Boston,AmerikA Serikat, 20 November 1981

Zodiak: Scorpio

Tinggi Badan: 164

Hobby: Nonton bola

Nama Ayah: Aulia Pohan

Nama Ibu: Mulyaningsih

Anak ke: 2 dari 3 bersaudara

Nama Suami: Agus Harimurti Yudhoyono

Nama Anak: Admirah Tunggal Dewi Yudhoyono

Film: Notting Hill, The Sixth Sense, Serendipity

Pendidikan Terakhir : SMU 70 Bulungan, Sarjana Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung.

Annisa Larasati Pohan dikenal sebagai aktris dan juga presenter. Perempuan kelahiran Boston, Amerika Serikat, 20 November 1981 itu, pernah menjuarai ajang pemilihan Gadis Shampoo 2001 dan mendapat gelar Gadis Sampul Majalah Gadis 1997.

Dua prestasi tersebut mengantarkannya ke panggung selebriti, khususnya dunia model Indonesia, dengan langsung dikontrak sebagai model iklan. Berikutnya, Annisa merambah dunia broadcasting sebagai penyiar radio OZ Bandung, presenter Bundesliga di RCTI dan presenter Good Morning di TransTV.

Annisa yang juga putri kedua dari mantan Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan itu, pada 8 Juli 2005 menikah dengan Agus Harimurti Yudhoyono seorang perwira TNI AD, yang juga putra pertama dari Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Beberapa bulan setelah menikah, Annisa ditinggal suaminya untuk tugas sebagai pasukan PBB ke Afghanistan selama kurang lebih setahun.

Pada tanggal 17 Agustus 2008, tepat di Hari Kemerdekaan ke-63, Annisa melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Almira Tunggadewi Yudhoyono melalui operasi caesar


Prestasi dan Penghargaan Annisa Pohan:

    * Juara 3 GADIS Sampul 1997.
    * Gadis Shampo 2001
    * Tiara Sunsilk 2001


Referensi:

http://profilseleb.blogspot.com/2010/01/annisa-pohan-profil.html
http://selebriti.kapanlagi.com/annisa_pohan/

Biografi Selo Soemardjan

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Selo Soemardjan

Selo Soemardjan lahir pada tanggal 23 mei 1915. Beliau adalah guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, pakar ilmu sosiologi dengan reputasi International. Soemardjan dilahirkan di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan HIS dan MULO di kota kelahirannya, Ia meneruskan ke MOSVIA di Magelang (1934) dan Universitas Cornell, Ithaca, New York.

Gelar sarjana dan doktor dari perguruan tinggi terkenal ini diraihnya pada tahun 1959. Disertai doktornya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "Perubahan Sosial di Yogyakarta" . Prof. Dr. Selo Soemardjan menerima tiga satya lencana dari Pemerintah Republik Indonesia. Ia juga menerima penghargaan Groot Officiier tingkat Kroonorde dari belgia pada tahun 1970.

Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia

Biografi Putri Titian

Posted by Biografi | Profil | Biodata Saturday, 20 February 2010 0 comments
Biografi Putri Titian

Nama Lengkap: Putri Titian Asih
Jenis Kelamin: Perempuan
Tanggal Lahir: Palembang, 07 April 1991



Putri Titian Asih atau biasa dipanggil  Tian adalah seorang bintang akting pendatang baru di dunia sinetron Indonesia. Titian terkenal dengan aktingnya dalam mini seri Jungkir Balik Dunia Sissy.

Selain itu, Putri, demikian dia juga dipanggil, pernah tampil membintangi Film Televisi (FTV) Ajari Aku Cinta, bersama Gita Gutawa. Disusul kemudian sinetron lajutan Jungkir Balik Dunia Sissy, Dunia Sissy Jungkir Balik Lagi.

Putri juga dikenal sebagai bintang iklan sejumlah produk, termasuk di antaranya, produk untuk Chiki JetZet dan Pepsodent Extra.

Pendukung FTV Jomblo So What Gitu Loh ini terlahir di Palembang, 7 April 1991, tercatat sebagai siswi SMA Negeri 4 Gambir, Jakarta Pusat.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/putri_titian/

Biografi Putri Patricia

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Putri Patricia

Nama Lengkap: Patricia Ayu Dewayani
Jenis kelamin: Perempuan
Tanggal Lahir: Jakarta, 24 Mei 1980


Patricia Ayu Dewayani biasa dipanggil Putri Patricia lahir pada tanggal 24 Mei 1980 di Jakarta. Dia merupakan aktris sinetron dan film layar lebar (bioskop).

Putri dari pasangan Raden Wisnu Wijaya dan Virginie Aryanie pernah membintangi sinetron Dewi Fortuna, Tersanjung 6, Culunnya Pacarku,, Kau Masih Kekasihku, Rahasia Pelangi, Aku Bukan Untukmu, Pintu Hidayah dan Sebatas Aku Mampu.

Selain itu, dia juga pernah membintangi film horor, ROH (2006), yang dibintanginya bersama Ryan Delon.

Pengalaman buruk dengan sebuah PH, membuat Putri kapok bermain sinetron. Oleh karenanya, untuk sementara waktu ia akan vakum dulu dari bermain sinetron.


Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/putri_patricia/

Biografi Kaisar Hirohito

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Kaisar Hirohito

Hirohito dilahirkan di Puri Aoyama, Tokyo pada tanggal 29 April 1901. anak pertama dari Kaisar Yoshihito (Taisho) dan Ratu Sadako (Teimei), dan kakak dari Pangeran Yasuhito Chichibu (1903-1953), Pangeran Nobuhito Takamatsu(1905-1987) serta Pangeran Takahito Mikasa (1915- ). Sebelum naik takhta ia dikenal sebagai Pangeran Michi (Michi-no-Miya). Masa kekuasaannya sebagai kaisar dikenal sebagai era Showa yang berarti damai, cerah budi. Namun ironisnya, justru pada saat itu, Jepang terlibat perang melawan RRC dan akhirnya dalam Perang Dunia II. Di Indonesia, ketika masa pendudukan Jepang (1942-1945) Hirohito dikenal sebagai Tenno Heika yang berarti "Yang Mulia Kaisar".


Hirohito mengenyam pendidikan awal di Gakushuin Peer's School dari April 1908 hingga April 1914, kemudian mendapatkan pendidikan khusus untuk putra mahkota (Togu-gogakumonsho) di Istana Akasaka dari tahun 1914 sampai Februari 1921. Mendapatkan karir sebagai letnan and sub-lieutnant (1st class) 9 Desember, 1912 pada Angkatan Darat Kekaisaran, kapten dan letnan (31 Oktober 1916, mayor dan wakil komandan (31 Oktober 1920)letnan kolonel dan komandan (31 oktober] 1923) dan kolonel dan komandan Angkatan Laut Kekasairan (Kaigun) (31 Oktober 1924). Ia diangkat menjadi putra mahkota secara resmi pada tanggal 16 November 1916. Pada tahun 1922 ia mengadakan kunjungan ke Inggris dan sejumlah negara negara Eropa. Kunjungan ini dianggap kelompok sayap kanan kontroversial sehingga menewaskan Perdana Menteri Hamaguchi.

Hirohito memiliki pengetahuan tentang penelitian biologi laut dan beberapa hasil penelitiannya dituangkan dalam sejumlah buku di antaranya The Opisthobranchia of Sagami Bay dan Some Hydrozoans of the Amakusa Islands.

Hirohito menikah dengan Putri Nagako, putri sulung Pangeran Kuniyoshi pada tanggal 26 Januari] 1924 dan dikaruniai 7 orang anak, Putri Teru Shigeko (1925-1961, Putri Hisa Sichiko(1927-1928), Putri Taka Kazuko (1929-1989), Putri Yori Atsuko(1931- ), Pangeran Akihito (1933- ), Pangeran Hitachi Masahito (1935 - ), Putri Suga Takako (1939 - ).

Ia dinobatkan menjadi kaisar pada tanggal 25 Desember 1926 setelah ayahnya Kaisar Taisho meninggal, dilantik secara resmi 10 November, 1928, di Kyoto.

Pada masa ia bertakhta, Hirohito menyaksikan pertentangan di dalam negeri dan peperangan yang diawali dengan kericuhan di dalam negeri akibat pertentangan antara kelompok moderat dengan golongan kanan ulranasionalis yang disokong militer khususnya Angkatan Darat sebagai kekuatan terbesar pada saat itu. Akibatnya sejumlah pejabat tinggi, pengusaha dan tokoh-tokoh penting negara terbunuh dan puncaknya adalah insiden militer 26 Februari 1936, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Saburo Aizawa serta 1500 prajurit. Peristiwa ini juga melibatkan pangeran Yashuhito Chichibu sehingga Kaisar Hirohito sendiri turun tangan dan memerintahkan pasukan Angkatan Bersenjata kekaisaran untuk menyelesaikan hal ini dan memastikan loyalitas dari seluruh keluarga kekaisaran. Meskipun demikian diam-diam insiden ini "direstui" oleh kalangan pimpinan Angkatan Darat terutama dari kalangan ultranasionalis. Oleh karena itu pada tahun 1930, klik ultranasionalis dan militer menguasai pimpinan pemerintahan.

Akhirnya, pada masanya Jepang tercatat terlibat peperangan di antaranya Insiden Manchuria 1931, Insiden Nanking 1937, dan Perang Dunia II dengan melancarkan serangan atas Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour 9 Desember 1941.

Setelah Perang Asia (Dai Toa Senso) selesai, banyak desakan agar kaisar Hirohito diadili sebagai penjahat perang. Ada banyak keterangan kontroversial mengenai keterlibatannya dalam perang baik sebelum maupun pada saat Perang Dunia II. Di antaranya adalah David Bergammi dalam bukunya Japan Imperial Conspiracy yang mengatakan bahwa kaisar terlibat dalam perencanaan perang. Namun banyak pula yang tidak setuju dengan alasan bahwa dia hanyalah sebagai simbol dan pemimpin agama sebagaimana kaisar-kaisar periode sebelumnya Shogun sekalipun pada saat itu berkedudukan sebagai komando tertinggi.

Menteri Peperangan Amerika Serikat Henry Stimson mengatakan "Tidak menurunkan kaisar Jepang dari takhtanya akan memudahkan proses penyerahan dan menghindarkan peperangan yang dapat merugikan khususnya pasukan pendudukan, yang kita lakukan terhadap Kaisar Jerman pasca Perang Dunia I sehingga publik menganggap kaisar Jerman adalah musuh, setan (devil), mengakibatkan kekosongan kekuasan dan tata pemerintahaan di wilayah itu sehingga memunculkan Adolf Hitler".

Sekalipun banyak desakan dari berbagai pemimpin dunia agar Kaisar Hirohito diadili, termasuk diantaranya Presiden Amerika Serikat Harry S Truman meskipun akhirnya Presiden Trumman setuju untuk mempertahankan kedudukan kaisar. Panglima pendudukan, Jendral Douglas McArthur juga tetap menempatkan Hirohito pada tahtanya sebagai simbol dan memperlancar pembangunan kembali Jepang dan simbol keterpaduan Kaisar dengan rakyatnya terutama pada masa pendudukan. Kedudukan Kaisar pada takhtanya didasarkan pada konstitusi baru yang diterapkan 3 Mei 1947 yang dinamakan Konstitusi Jepang 1947 atau konstitusi pasca perang yang menetapkan kaisar sebagai lambang atau simbol dan kepala negara sebagaimana kerajaan atau monarki konstitusional. Konstitusi ini menggantikan Konstitusi Jepang 1889 pada era Meiji dimana kaisar sebagai pemegang komando dan kekuasaan tertinggi.

Kaisar Hirohito menyaksikan kemajuan pembangunan Jepang pasca-perang. Ia mengunjungi kembali beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat dan bertemu Presiden Richard Nixon pada tahun 1971.

Kaisar Hirohito meninggal pada tanggal 7 Januari 1989 akibat penyakit kanker usus dua belas jari (duodenum) yang dideritanya. Pemakaman kenegaraannya dihadiri oleh para pemimpin dunia di antaranya Presiden Amerika Serikat George Bush, Presiden Perancis Francois Mitterand, HRH Duke of Edinburgh dari Inggris, dan Raja HM Baudouin dari Belgia, pada tanggal 24 Februari 1989. Jenazahnya dimakamkan di Mausoleum Kekaisaran Musashino, di samping makam Kaisar Taisho. Kedudukannya digantikan oleh Putra Mahkota Akihito.

Referensi  http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/12/biografi-kaisar-hirohito.html

Biografi Okie Agustina

Posted by Biografi | Profil | Biodata Friday, 19 February 2010 0 comments
Biografi Okie Agustina

Nama Lengkap: Okie Calerista Agustina
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama : Islam



Okie Calerista Agustina atau lebih dikenal publik dengan nama Okie Agustina. Dulunya, ia adalah istri dari vokalis dari band Ungu, Pasha. Namun mereka bercerai pada 20 Januari 2009. Ketiga buah hati berada di bawah asuhan Okie.

Selepas bercerai dari Pasha, Okie mulai mengembangkan kemampuannya di dunia entertainment. Tentunya hal ini sepengetahuan mantan suaminya, Pasha.

Mulai dari model video klip, ia pun menjajal bidang musik dengan menjadi produser sebuah band baru, Kraton. Dari Produser band baru, Okie sempat juga menjajal bidang presenter.

Di antara semua kesibukannya, Okie sadar kodratnya sebagai seorang ibu. Oleh karenanya, meski berkarir di dunia entertainment, namun kewajibannya sebagai ibu tidak ia tinggalkan.

Pada 29 Juli 2009, Okie melaporkan mantan suaminya, Pasha ke pihak Polres kota Bogor atas dugaan kekerasan. Menurut keterangan pihak kepolisian, saat itu Okie dan Pasha terlibat pembicaraan mengenai anak-anak mereka. Namun karena tidak ada titik temu, sehingga terjadi pemukulan.

Ibu dari Kisya Alvaro Putra Sigit, Shakinah Azalea Napasha dan Nasha Anaya Putri Valentina Pasha mulai merambah dunia tarik suara menyusul sang mantan suami. Ia meluncurkan hit single Satu Sampai Mati pada awal September 2009.

Okie tampaknya sudah mulai melupakan Pasha. Pada awal Oktober 2009, Okie mengakui jika sudah ada laki-laki yang mengisi hidupnya kini. Kabarnya lelaki beruntung ini adalah seorang pengusaha, namun Okie menolak menjelaskan lelaki ini lebih lanjut.

Belum tuntas kasus penganiayaan yang dilaporkan Okie terhadap Pasha, sekarang muncul kasus baru. Beredar kabar video klip Satu Sampai Mati milik Okie telah diboikot oleh salah satu televisi swasta. Bahkan Okie pun dilarang tampil live di TV tersebut. Dan kabarnya Pasha berada di balik ini semua. Okie sendiri tidak mengiyakan atau menampik, sedang Pasha belum memberikan pernyataan.

Okie yang merasa kasusnya yang melibatkan mantan suaminya, Pasha tak kunjung selesai bahkan semakin berlarut-larut, maka ia putuskan untuk menggandeng aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet.

Tak hanya mengeluarkan single, kini Okie mulai merambah dunia akting. Debut perdananya dapat disaksikan di film HANTU BINAL JEMBATAN SEMANGGI. Kabarnya, di film perdananya ini, ia berani tampil seksi.

Terkait dengan kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh Pasha, akhirnya sang mantan suami dikenai status tahanan kota oleh Kejari Bogor, namun ternyata Pasha masih bisa manggung di luar kota. Melihat hal ini, Okie kecewa. Akhirnya ia pun memutuskan akan mengadukan hal ini ke Komnas HAM, Menteri Pemberdayaan Perempuan serta langkah terakhir adalah ke Kejagung.

Awal Januari 2010, dalam salah satu sidang kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya, Pasha, sang mantan suami meminta maaf atas semua perlakuannya selama ini. Permintaan maaf ini pun dilakukan di tengah sidang, atas permintaan Majelis Hakim. Meski sudah meminta maaf, Okie bersikukuh tetap melanjutkan perkara, karena baginya Pasha sudah ia maafkan, tapi yang ingin ia proses adalah perbuatan mantan suaminya.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/okie_agustina/

Biografi Olga Syahputra

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Olga Syahputra

Nama Lengkap: Yoga Syahputra

Nama Panggilan: Olga

Jenis Kelamin: Laki-Laki

Agama: Islam

Tanggal Lahir: Jakarta, 08 Januari 1983


Yoga Syahputra atau lebih dikenal dengan nama Olga Syahputra adalah seorang aktor, komedi dan pembawa acara Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 itu, sering tampil dengan karakter waria di setiap penampilannya.

Sulung dari tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida ini mengawali karier melalui Sanggar Ananda. Lewat Sanggar pimpinan Aditya Gumay tersebut, Olga mendapat kesempatan tampil dalam sejumlah acara dan syuting film/sinetron.

Olga tercatat pernah membintangi sinetron KAWIN GANTUNG, SI YOYO dan film layar lebar SUSAHNYA JADI PERAWAN dan TINA TOON DAN LENONG BOCAH: The Movie. Disusul kesempatan untuk menjadi presenter program Ngidam yang tayang di SCTV berpasangan dengan Jeremy Thomas.

Selain itu Olga juga berperan dalam acara komedi Jangan Cium Gue, Extravanganza ABG, dan Prime Time. Belakangan dirinya juga bergabung dengan Indra Bekti dan Indy Barends dalam acara Ceriwis yang tayang tiap hari di TransTV.

Nama Olga semakin diperhitungkan di dunia entertaintment Indonesia. Selain menjadi presenter acara musik DAHSYAT bersama Luna Maya dan Raffi Ahmad di RCTI, ia tampil di beberapa film. Di antaranya, SKANDAL CINTA BABI NGEPET dan MAU LAGI yang akhirnya berganti judul menjadi CINTAKU SELAMANYA akibat dicekal sebelumnya.

Tak hanya menjadi presenter dan berakting, tapi Olga juga mulai menekuni dunia tarik suara. Saat ini ia sedang mempersiapkan album perdananya.

Di ajang Panasonic Awards ke-12 Olga sukses memborong piala. Pelantun tembang Hantu (Hancur Hatiku) ini mendapatkan piala dalam kategori Presenter Musik Favorit dan Pelawak Favorit mengalahkan senior-seniornya.

Setelah sukses dengan Hancur Hatiku, di akhir Oktober 2009, Olga kembali merilis single Jangan Ganggu Aku yang masih diciptakan oleh Charlie ST12.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/olga_syahputra/




Biografi Kangen Band

Posted by Biografi | Profil | Biodata Thursday, 18 February 2010 0 comments
Biografi Kangen Band

Nama Band: Kangen Band

Asal: Kota Bandar Lampung


Kangen Band adalah grup musik yang dibentuk di Lampung pada tahun 2005. Walaupung terbilang sebagai pendatang baru, namun band yang personelnya terdiri dari Dodhy, Andika, Tama, Lim, Nory, dan Barry ini  mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia bahkan negeri tetangga sekalipun.

Album peertama mereka adalah TENTANG AKU, KAU DAN DIA (2007). Di Dalam album tersebut terdapat lagu Tentang Bintang, Tentang Aku Kau dan Dia, Jika, Selingkuh, Karma, Penantian Yang Tertunda, Bidadariku Surgaku, Adakah Jawabnya, Petualang Cinta dan Menunggu.

Lagu populernya Tentang Bintang dan Selingkuh menjadi hit yang populer di masyarakat. Kedua lagu tersebut juga populer menjadi nada sela dan RBT (Ring Back Tone). Bahkan di ajang SCTV Award, Kangen Band berhasil masuk sebagai Grup Band Terfavorit.

Selang setahun kemudian, 2008 Kangen Band langsung merilis 2 album sekaligus. YANG SEMPURNA, yang merupakan repackage dari album perdananya, dan album BINTANG 14 HARI, yang menjagokan lagu Doy, Bintang 14 Hari, dan Yolanda.

Belakangan, kisah perjalanan karirnya yang diawali dari pedagang kaki lima diangkat sebagai sinetron, dengan judul AKU MEMANG KAMPUNGAN (2007). Debut bermain sinetron berlanjut di AKU MEMANG JELEK dan KASIHANILAH AKU.

Pada 6 Mei 2009, Kangen Band merilis album ketiga mereka yang diberi judul PUJAAN HATI, dengan hit single Terbang Bersamaku dan Pujaan Hati. Selain itu, Kangen Band juga bakal merilis album versi karaoke.

Dari musik dan sinetron, Kangen Band kini menjelajah layar lebar. Mereka dilibatkan oleh Noe Letto, dalam film yang ia produseri MINGGU PAGI DI VICTORIA. Film ini sendiri disutradarai oleh Lola Amaria.


Grup Musik Kangen Band, merupakan salah satu wujud kesuksesan Band-band yang ada di Lampung, dan menjadi motivasi para generasI INDIE LAMPUNG Berikutnya. Penulis yang juga berasal dari Lampung dan masih menetap di Lampung, mengucapkan, semoga sukses selalu buat Grup Kangen Band.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/kangen_band/

Biografi Kaka Slank

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Kaka Slank

Nama Lengkap: Akhadi Wira Satriaji

Nama Populer: Kaka Slank

Tanggal Lahir: Jakarta, 10 Maret 1974


Kaka Slank mempunyai nama lengkap Akhadi Wira Satriaji, lahir di Jakarta, pada tanggal 10 Maret 1974. Dia merupakan salah satu personel grup Band Slank, di mana dirinya menjadi vokalis Di Band tersebut.

Slank merupakan grup Band yang selalu eksis menciptakan album-albumnya mulai 1983 hingga saat ini. Grup Musik ini semula terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta, yang terdiri Bimo Setiawan sebagai drum, Boy sebagai gitar, Kiki sebagai gitar, Abi sebagai bass, Uti sebagai vokal dan Well Welly sebagai vokal.

Namun Sayang grup ini tidak bisa bertahan dan akhirnya membubarkan diri. Selanjutnya berturut-turut terjadi perombakan personil hingga akhirnya terbentuk formasi ke-14 pada 1996 yang bertahan sampai sekarang ini.

Formasi yang mulai terbentuk saat album ketuju Slank dirilis itu, Kaka masuk sebagai vokalis, dengan personel lain terdiri dari Bimbim Sebagai drum, Ivanka sebagai bass, Ridho  sebagai gitar dan Abdee sebagai gitar.

Peran Kaka, panggilan akrabnya, dalam perjalanan Slank sangat besar sekali setelah bimbim, panggilan akrab bimo setiawan, sang deklarator Slank. Karena dengan bergabungnya Kaka waktu itu merupakan suntikan kehidupan Slank setelah sebelumunya gonjang- ganjing. Kalau dirunut sejarah perjalanannya, Slank bisa dibilang jatuh bangun. Keluar masuk dan perubahan personil Slank menunjukkan belum solidnya Slank waktu itu. Awal mulanya Slank adalah bermula dari “Cikini Stones Complex” (CSC), sebuah grup band yang terdiri dari anak-anak SMU Perguruan Cikini yang berdiri pada Desember 1983, dan berawal dari grup band inilah yang menjadi cikal bakal Slank. Group band yang dibentuk oleh bim- bim, yag kemudian hari menjadi Slank, adalah diberi nama “Red Evil” , dengan formasi Bim- bim (drum), Erwan (vokal), Bongky (gitar), Denny (bas), dan Kiki (gitar). Sejak itu, rumah Bimbim di Jl Potlot menjadi markas “Red Evil”.

Karena penampilan mereka berkesan urakan dan “ slengean”, maka nama Red Evil pun diganti menjadi Slank. “ Saya waktu itu di hubungi sama mas bim untuk ikut mengibarkan bendera Slank dengan menggantikan mas Erwan, karena saat itu Slank terombang- ambing. ”, ujarnya. Hingga akhirnya dengan bergabungnya kaka sebagai vokalis, Pay sebagai gitaris dan Indra Q sebagai kibor, maka Slank mulai tampil solid. “ Mas Indra yang akhirnya membuka jalan bagi Slank untuk rekaman bulan desember 1990. album pertama mereka, Suit-Suit... Hey Hey... dengan hits ''Memang'' dan ''Maafkan'' ini meledak di pasaran. Bahkan, dalam ajang. Album pertama inilah yang kemudian hari bendera Slank dapat berkibar.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/kaka_slank/

Biografi Nazaruddin Sjamsuddin

Posted by Biografi | Profil | Biodata Monday, 15 February 2010 0 comments
Biografi Nazaruddin Sjamsuddin

Nama:Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin, MA
Lahir:Bireuen, 5 November 1944
Agama:Islam
Istri:Ny. Nurnida

Anak:
empat orang

Pendidikan:
S1, FISIP UI
MA, Monash University, Australia
PhD, Monash University, Australia

Pekerjaan:
- Ketua KPU, 2002-2007
- Guru Besar FISIP UI
- Deputi Bidang Pengkajian dan Pengembangan BP 7 Pusat (1997 1999)
- Asisten Menteri Khusus (1997)
- Anggota MPR dan Badan Pekerja MPR (1997 1999)

Karya Ilmiah:
- PNI dan Kepolitikannya (1984)
- The Republican Revolt (1985)
- Integrasi Politik di Indonesia (1989)
- Dinamika Sistem Politik Indonesia (1993)
- Revolusi di Serambi Mekah (1999).


Nazaruddin Sjamsuddin Lahir di Bireuen, Aceh, pada 5 November 1944, Beliau menamatkan pendidikan sampai dengan SMA di Provinsi yang sekarang bernama Nanggroe Aceh Darussalam itu. Setelah meraih gelar sarjana ilmu politik di Universitas Indonesia pada awal 1970, tahun tahun berikutnya dihabiskan di Monash University, Melbourne, Australia, dimana ia memperoleh gelar MA dan PhD, juga dalam ilmu politik.

Karier sebagai pengajar ilmu politik di UI dirintisnya sejak 1968 ketika ia masih berstatus sebagai mahasiswa. Di UI pula ia menjabat Ketua jurusan Ilmu Politik, dari tahun 1982 1988. Sejak 1993 ia diangkat menjadi Guru Besar dalam ilmu politik pada Fakultas 1lmu Sosial dan Ilmu Politik dan Program Pascasarjana universitas yang sama. Di luar UI antara lain ia pernah menjadi wartawan dan kemudian pemimpin redaksi Indonesia Magazine, peneliti pada Lembaga Riset dan Kebudayaan Nasional (LIPI), dan anggota kelompok kerja pada pelbagai instansi pemerintahan.

Pengalamannya dalam bidang pemerintahan meliputi Deputi Bidang Pengkajian dan Pengembangan BP 7 Pusat (1997 1999), Asisten Menteri Khusus (1997), serta Anggota MPR dan Badan Pekerja MPR (1997 1999). Dalam kegiatan profesi keilmuan, pada tahun 1985 ia ikut mendirikan dan sejak saat itu pula mengurus Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Di antara karya ilmiah yang telah dihasilkannya adalah PNI dan Kepolitikannya (1984), The Republican Revolt (1985), Integrasi Politik di Indonesia (1989), Dinamika Sistem Politik Indonesia (1993), dan Revolusi di Serambi Mekah (1999).

Referensi: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/n/nazaruddin-sjamsuddin/index.shtml

Biografi Nurdin Halid

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Nurdin Halid

Nama :Nurdin Halid
Lahir :Watampone, 17 November 1958
Agama :Islam
Isteri:Andi Nurbani
Anak:Lima putra dan satu putri

Jabatan:
Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud)
Ketua Umum
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) periode 2004-2009
Ketua Umum PSSI 2003-2007
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR-RI 1999-2004


Nurdin Halid menjadi Ketua Umum PSSI periode 2003-2007 pada kongres PSSI di Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/10/03) malam. Dia meraih 183 suara dalam pemilihan putaran kedua, unggul atas Jacob Nuwa Wea. Ketika Setelah terpilih, Nurdin menjanjikan  akan mengumpulkan beberapa unsur penting dalam sepak bola, yakni Pengurus Daerah (Pengda) PSSI, klub, perserikatan, wasit, dan juga pelatih guna menyamakan persepsi soal hasil keputusan kongres.

Menurut Dia, semakin berkualitas klub-klub mengelola dan melahirkan tim utamanya, semakin banyak pemain andal yang lahir, maka semakin besar peluang bagi timnas untuk berbicara lebih di percaturan internasional.

PSSI, katanya, harus punya garis yang tegas soal siapa yang bertugas mencetak pemain dan siapa yang bertindak membentuk timnas. Kompetisi amatir harus pula dikelola dengan baik di daerah dan ini merupakan tugas pengda.

Nurdin juga menyoroti masalah mafia wasit maupun pengaturan skor di hampir semua pertandingan resmi Divisi Utama, I dan II. Untuk mengatasi masalah pelik ini, ia akan menerapkan kesalahan teknis sebagai hukuman. ''Jika kedapatan wasit berbuah salah di lapangan, semakin banyak kesalahan, semakin besar pula sanksinya. Denda uang juga akan saya berlakukan.''

Mengenai jadwal kompetisi yang biasanya lambat disusun, ia mengatakan akan mengeluarkan jadwal lebih awal. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada klub dalam mempersiapkan diri. Jadwal kompetisi Divisi Utama, I, dan II akan pula disesuaikan dengan kalender Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Ia bertekad tidak akan menolerir penyakit lama, di mana jadwal kompetisi bentrok dengan jadwal timnas. Keduanya harus berjalan seimbang dan bersinergi


Sumber: http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/n/nurdin-halid/index.shtml

Biografi Bella Saphira

Posted by Biografi | Profil | Biodata Sunday, 14 February 2010 0 comments
Biografi Bella Saphira
Nama Lengkap: Bella Saphira Veronica SimanjuntakJenis Kelamin: Perempuan
Agama: Kristen
Tanggal Lahir: Magelang, Jawa Tengah, 06 Agustus 1973


Bella Saphira Veronica Simanjuntak atau lebih populer dengan nama Bella Saphira, lahir di Magelang, Jawa Tengah, 6 Agustus 1973. Ia dikenal sebagai bintang yang menggeluti dunia menyanyi dan akting.

Dalam bahasa Italia, Bella memiliki arti cantik, sedang Saphira nama dari jenis batu indah (safir). Nama Veronica yang juga disandangnya, membuatnya akrab dengan panggilan Ica semasa masih TK.

Pada 1988, Bella terpilih menjadi finalis Gadis Sampul, kemudian muncul sejumlah tawaran menjadi model iklan untuk berbagai produk. Menyusul kemudian prestasinya sebagai Bintang Lux Favorit.

Selain itu Bella juga dikenal sebagai penyanyi dan pernah meraih gelar finalis Voice of Asia pada 1991. Album Bella di antaranya berjudul NOSTALGIA SMA (1996) dan SESUNGGUHNYA HATIKU (album) (2005) serta menyumbang single di album PRAMBORS INDO 8 (1993) dan VOICE OF ASIA (1992).

Hingga saat ini, Bella belum menikah, namun dalam perjalanan hidupnya ia pernah menjadi kekasih Adjie Massaid hampir 2 tahun.

Tak memiliki pendamping, membuat alumni SMA 70 Jakarta ini lebih leluasa mengembangkan kariernya. Pada tahun 2005, Bella kembali merilis album SESUNGGUHNYA HATIKU.

Jarang tampil di layar kaca sebagai pesinetron, Bella mencoba akting di layar lebar. Debutnya lewat film LOVE (2008) meski belum jadi pemeran utama. Dan kesempatan kembali datang pada Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti ini untuk jadi bintang utama dalam ARISAN BRONDONG (2010).


Sumber: kapanlagi.com

Biografi Bams Samsons

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments

Biografi Bams Samsons

Nama Lengkap: Bambang Reguna Bukit
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Agama: Kristen
Tanggal Lahir: Ottawa, 16 Juni 1983


Bambang Reguna Bukit atau biasa disapa dengan Bams Samson adalah salah seorang personel grup musik Samson. Samsons sendiri terdiri dari lima orang personel, Bams, Aldri, Erik, Konde dan Irfan, dengan album pertamanya NALURI LELAKI yang dirilis 2005.

Pria kelahiran Ottawa, 16 Juni 1983 itu sebelum sukses sebagai penyanyi, sebelumnya pernah belajar bermusik dan pernah menempuh pendidikan musik di Elfa Secioria, TSB (Tarik Suara Bertha), serta kursus gitar Yamaha Musik.

Karir bermusik Bams diawali dengan bergabung bersama Infinity Band. Belum sempat rekaman, band ini bubar. Bersama Irfan (gitar), Erik (gitar), Adjie (drum), Aldri (bass), dan Ucil (vokal), Bams kemudian membentuk The Equal. Grup musik dengan dua vokalis ini tak bertahan lama setelah Ucil dan Adjie mengundurkan diri. Posisi Adjie digantikan Konde. Nama mereka pun berubah menjadi Samsons.

Bersama Samsons, Bams telah merilis tiga album di bawah label Universal Music Indonesia, yaitu NALURI LELAKI (2006), PENANTIAN HIDUP (2007), serta PENANTIAN HIDUP PLATINUM EDITION (2008).

Bams juga menjadi vokalis grup musik rohani, GMB (Giving My Best). Mereka merilis album perdana di tahun 2008 yang berjudul STAND OUT.

Bams begitu mengidolakan Radiohead, Led Zeppelin, Queen, dan Foo Fighter, sehingga musiknya banyak terinspirasi oleh mereka.

Bams merupakan putra pertama pasangan Johan Begin Bukit dan Desiree Tarigan. Beberapa tahun setelah Bams lahir, kedua orang tuanya bercerai. Desiree kemudian menikah dengan pengacara Hotma Sitompul.

Sementara terkait kehidupan pribadinya, Bams pernah menjalin kasih dengan bintang sinetron Nia Ramandhani. Hubungan mereka menjadi perbincangan media ketika ayah Bams menyebutkan bahwa hubungan mereka sekedar main-main.

Pernyataan sang ayah (Hotma Sitompul) terbukti setelah keduanya memutuskan untuk berpisah. Muncul di pemberitaan, perpisahan mereka akibat adanya orang ketiga, termasuk kedekatan Nia dengan putra kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edie Baskoro.

Setelah putus dari Nia, Bams dikabarkan dekat dengan model/pesinetron Mirasih Tyas. Namun hubungan ini pun tak bertahan lama.


Sumber: http://selebriti.kapanlagi.com/bams_samsons/

Biografi Pelawak Bajaj (Bajai)

Posted by Biografi | Profil | Biodata 1 comments
Biografi Pelawak Bajaj (Bajai)

Nama Grup: Bajaj


Bajaj adalah grup lawak yang menjadi juara II Audisi Pelawak TPI (API) 2005. Bajaj beranggotakan Raden Asep Saefuloh (Aden), Meilia Balipa Emil (Melky), dan Isa Wahyu Prastantyo (Isa). Kebersamaan mereka bermula dari kebiasaan jadi MC dan bermain musik di kampus, Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta.

Setelah menjadi juara II API 2005 yang didapat dari perolehan SMS pemirsa, Bajaj berhak atas hadiah Rp 100 juta dan dikontrak tiga tahun oleh TPI. Sayang, nama mereka perlahan-lahan tenggelam, seiring jarangnya tampil di layar kaca.

Kesempatan datang setelah Deddy Mizwar menawari mereka bermain dalam sinetron Ramadhan, PARA PENCARI TUHAN tahun 2007. Nama mereka pun melejit.

Awal bulan November 2007, Isa terjaring operasi narkoba di sebuah diskotek di kawasan Jakarta Barat. Isa kemudian dilepas karena hasil tes urinenya negatif narkotika. Ia hanya positif mengonsumsi minuman beralkohol.

Bulan Ramadhan 1429 H, Bajaj kembali bermain dalam sinetron PARA PENCARI TUHAN 2.

Referensi: kapanlagi.com

Biografi Ustadz Jeffry Al Buchori

Posted by Biografi | Profil | Biodata Thursday, 11 February 2010 0 comments
Biografi Ustadz Jeffry Al Buchori

Jefri anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana ini sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ni terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang.

Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Seringkali saat teman-temannya menunaikan salat, ia diam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama 4 tahun dari 6 tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikahi secara siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyrakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan. Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007).

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jeffry_Al_Buchori

Biografi Ahmad Fuadi

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Ahmad Fuadi

Nama : Ahmad Fuadi
Tanggal Lahir: Sumatera Barat, 30 Desember 1972

Ahmad Fuadi (lahir di Maninjau, Sumatra Barat, 30 Desember 1972; umur 37 tahun) adalah seorang praktisi konservasi, novelis dan wartawan dari Indonesia. Novel pertamanya adalah novel Negeri 5 Menara yang merupakan buku pertama dari trilogi novelnya. Karya fiksinya dinilai dapat menumbuhkan semangat untuk berprestasi. Walaupun tergolong masih baru terbit, novelnya sudah masuk dalam jajaran best seller tahun 2009.

Memulai pendidikan menengahnya di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan lulus pada tahun 1992. Kemudian melanjutkan kuliah Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran, setelah lulus menjadi wartawan Tempo. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya di bawah bimbingan para wartawan senior Tempo. Tahun 1998, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya---yang juga wartawan Tempo-adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan VOA. Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September 2001 dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill.

Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter. Kini, penyuka fotografi ini menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy

Riwayat Pendidikan Ahmad Fuadi:

    * KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo (1988-1992) [5] Alumni Gontor 1992
    * Program Pendidikan Internasional, Canada World Youth, Montreal, Kanada (1995-1996)
    * National University of Singapore, Singapura studi satu semester (1997)
    * Universitas Padjadjaran, Indonesia, BA dalam Hubungan Internasional, (September 1997)
    * The George Washington University, Washington DC, MA dalam Media and Public Affairs (Mei 2001)
    * Royal Holloway, Universitas London, Inggris, MA dalam Media Arts, (September 2005)


Karier:

Penulis dan Kolumnis bebas, 1992-1998:
    Menulis ratusan artikel mengenai peristiwa terkini untuk media massa di Indonesia

Wartawan dari CJSR 3 TV Communautaire, St-Raymond, Quebec, Kanada, 1995

Asisten Penelitian, School of Media and Public Affairs, George Washington University, Washington DC, 2000-2001

Asisten Penelitian, Center for Media and Public Affairs, Washington DC, 2000-2001
    Bekerja di Pemanasan Global dan Budaya Pop Project.

Wartawan, Majalah TEMPO[6], Jakarta, Indonesia, Augustus 1998-2002.
    Mengulas dan menulis berita aktual mulai dari politik, ekonomi sampai berita seni.

Internasional koresponden, Majalah TEMPO, Washington DC, Agustus 1999-September 2002
Mengulas peristiwa dan menulis cerita dari titik-titik utama di AS seperti Pentagon, Gedung Putih, dan Capitol Hill. Di antara highlight dari laporannya adalah: penulisan cerita dan tindak lanjutnya peristiwa 11 September dari Washington DC dan mewawancarai tokoh-tokoh seperti Colin Powell dan Paul Wolfowitz

Produser TV dan Editor, Voice of America, Washington DC, Mei 2001-Oktober 2002

Wartawan, Voice of America, Jakarta, November 2002 - November 2005

Spesialis Publikasi dan Informasi, USAID-LGSP (Local Governance Support Program)Desember 2005-Agustus 2007

Direktur Komunikasi, The Nature Conservancy (TNC) Agustus 2007-sekarang
The Nature Conservancy (TNC) sebagai salah satu organisasi konservasi terbesar di dunia, Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menerapkan strategi komunikasi untuk meningkatkan dan mempertahankan kesadaran masyarakat dan dukungan TNC. Publikasi dan mengkoordinasikan semua usaha pemasaran TNC di Indonesia. Managed hubungan media, media monitoring, identitas visual dan branding, internal / eksternal publikasi, dan manajemen risiko. Mewakili TNC di arena nasional dan internasional. Bekerja sama dengan berbagai staf TNC di lebih dari 30 negara di dunia.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Fuadi


Biografi Abdullah Ahmad

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Abdullah Ahmad

Nama Lengkap: Abdullah Ahmad
Lahir: Padang Panjang  1878

Abdullah Ahmad (Padang Panjang, 1878 - Padang, 1933) seorang ulama reformis yang turut membidani lahirnya perguruan Sumatera Thawalib di Sumatera Barat. Ia anak dari Haji Ahmad, ulama Minangkabau yang juga seorang pedagang, dan seorang ibu yang berasal dari Bengkulu.


Riwayat Hidup Abdullah Ahmad

Abdullah menyelesaikan pendidikan dasarnya pada sebuah sekolah pemerintah dan sedari kecil memperoleh pendidikan agama dari ayahnya. Pada tahun 1895, Abdullah Ahmad pergi ke Mekkah dan kembali ke Indonesia pada tahun 1899. Sekembalinya dari Mekkah, ia segera mengajar di Padang Panjang sembari memberantas bid’ah dan tarekat. Ia tertarik pula untuk menyebarkan pemikiran pembaruan melalui publikasi dengan menjadi agen dari berbagai majalah pembaruan, seperti Al-Imam di Singapura dan Al-Ittihad dari Kairo.

Pada tahun 1906, Abdullah Ahmad pindah ke Padang untuk menjadi guru, menggantikan pamannya yang meninggal dunia. Di Padang, ia mengadakan tabligh dan pertemuan tentang masalah agama dan mendirikan jamaah Adabiyah beberapa tahun kemudian. Di samping itu ia memberikan pengajian pada orang dewasa. Pengajiannya dilakukan dua kali seminggu secara bergantian dari rumah ke rumah.

Tidak diperolehnya pendidikan yang sistematis oleh semua anak-anak pedagang di Padang, menginspirasi Abdullah Ahmad membuka sekolah Adabiyah pada tahun 1909. Abdullah Ahmad sangat aktif menulis, bahkan ia menjadi ketua persatuan wartawan di Padang pada tahun 1914. Ia mempunyai hubungan yang erat dengan pelajar-pelajar sekolah menengah di Padang dan sekolah dokter di Jakarta, serta memberikan bantuan dalam kegiatan Jong Sumatranen Bond. Pengetahuannya tentang agama sangat mendalam dan diakui oleh ulama-ulama Timur Tengah pada konferensi khilafat di Kairo tahun 1926. Pengakuan itu dibuktikan dengan pemberian gelar kehormatan dalam bidang agama sebagai doktor fid-din.


Abdullah Ahmad menjadi pendiri majalah Al-Munir yang terbit di Padang pada tahun 1911 sampai 1916. Tahun 1913 dia mendirikan majalah berita Al-Akhbar, dan pada tahun 1916 menjadi redaktur bidang agama majalah Al-Islam yang diterbitkan Sarekat Islam di Surabaya.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_Ahmad

Biografi Haji Abdul Karim Amrullah

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Haji Abdul Karim Amrullah

Nama Lengkap: Abdul Karim Amrullah
Tanggal Lahir: Sumatera Barat, 10 Februari 1879

Haji Abdul Karim Amrullah, disebut pula sebagai Haji Rasul, dilahirkan di desa Kepala Kabun, Nagari Sungai Batang, Maninjau, Agam, Sumatera Barat pada tanggal 10 Februari 1879, dengan nama kecil Muhammad Rasul. Ayahnya bernama Syekh Muhammad Amrullah, seorang syekh dari tarekat Naqsyabandiyah. Ibunya bernama Andung Tarawas.

Pada tahun 1894 beliau dikirim ayahnya ke Mekah untuk menimba ilmu, dan berguru pada Syeh Ahmad Khatib yang pada waktu itu menjadi guru dan imam Masjidil Haram.

Pada tahun 1925, sepulangnya dari perjalanan ke Jawa, beliau mengembangkan cabang organisasi Muhammadiyah di Minangkabau, yaitu di Sungai Batang, kampung halamannya.

Haji Abdul Karim Amrullah wafat pada tanggal 2 Juni 1945.

Salah satu puteranya, yaitu Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), dikenal banyak orang sebagai ulama besar dan sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka.


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Karim_Amrullah

Biografi Lady Gaga

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Lady Gaga


Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986; umur 23 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah seorang pemusik Amerika Serikat. Ia menulis lagu untuk Interscope Records, selain itu ia sendiri juga menyanyi. Mula-mulanya ia menyanyi di klub-klub di kota New York.

Lady Gaga terutama dikenal karena pakaiannya yang provokatif dan ekstravagan serta pengaruhnya yang besar terhadap selebiritis lainnya. Gaya musiknya diilhami oleh para rocker glam seperti David Bowie dan Queen serta penyanyi seperti Michael Jackson dan Madonna. Ia telah memproduksi dua buah album (satu album dan satu album repackage) berjudul "The Fame" (2008) dan "The Fame Monster" (2009).

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Lady_Gaga

Biografi Vidi Aldiano

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Vidi Aldiano

Nama Lengkap: Oxavia Aldano

Tanggal Lahir: Jakarta, 29 maret 1990


Vidi Aldiano (lahir di Jakarta, 29 Maret 1990; umur 19 tahun; terlahir dengan nama Oxavia Aldiano) adalah seorang penyanyi Indonesia. Vidi telah mengeluarkan album yang berjudul Pelangi di Malam Hari. Vidi juga pernah mengikuti festival Java Jazz 2005. Vidi juga membawakan satu lagu daur ulang berjudul Cinta Jangan Kau Pergi. Lagu yang pernah dipopulerkan oleh Sheila Madjid ini disuguhkan dengan gaya ballad romantis habis. Nikmati juga karya Vidi sendiri yang tak kalah romantis, Kisah Kita dimana Andi Rianto mengaransemennya dengan apik.

Mahir Bermain Piano Sejak Usia 3 Tahun Cowok bertinggi berat 178 cm / 65 kg ini dibesarkan dalam keluarga yang mempunyai apresiasi tinggi akan musik. Maklum orang tuanya dulunya adalah pengisi acara musik di TVRI. Melalui bimbingan sang Mama yang merupakan guru piano, Vidi sudah mengenal tuts piano sejak umur 3 tahun. Bahkan di usia balita, yakni 2,5 tahun, ia sudah menggondol juara kedua menyanyi untuk tingkat kanak-kanak. Jadilah semenjak di sekolah dasar Vidi diandalkan sebagai duta kesenian sekolah.

Beranjak remaja, Vidi jatuh hati dengan biola. Dan serius menekuni alat musik gesek tersebut. Saat duduk di SMU, layaknya remaja usianya, mulai tergabung dalam band. Prestasinya di band tak mengecewakan. Buktinya ia dan teman-temannya meraih juara pertama dalam 1ncredible Band Festival 2007. Prestasinya sebagai penyanyi solo pun tak kalah membanggakan. Vidi langganan beragam festival menyanyi.

Jika anda ingin berhubungan langsung dengan Vidi Aldiano, anda bisa liat Twitternya di SINI.


Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Vidi_Aldiano

Biografi Julie Estelle

Posted by Biografi | Profil | Biodata Wednesday, 10 February 2010 0 comments
Biografi Julie Estelle
Nama Lengkap: Julie Estelle
Jenis Kelamin: Perempuan
Tanggal Lahir: Jakarta, 04 Januari 1989

Tinggi Badan: 170 cm



Julie Estelle lahir di Jakarta, 4 Januari 1989. Karir Julie, demikian biasa dipanggil, diawali dari foto model kemudian merambah ke film layar lebar. Sebagai foto model, penampilan Julie 'terheboh' adalah saat tampil dalam majalah Playboy versi Indonesia.

Munculnya majalah yang memiliki pasar kaum dewasa itu, mengundang kontroversial hingga kini. Salah satunya, Julie harus ikut terseret dan ikut diperiksa atas pengaduan sebuah organisasi sosial keagamaan.

Sementara sebagai bintang film, adik kandung VJ MTV, Cathy Sharon itu, telah membintangi film ALEXANDRIA bersama Fachri Albar dan Marcel Chandrawinata. Berikunya ia membintangi film DEALOVA, dan film terbarunya, sebuah film horror arahan sutradara Rizal Matovani, KUNTILANAK.

Julie sendiri adalah anak Thierry Gasnier dan Hilda Limbara, pasangan berdarah Perancis dan Manado-Cina.

Perempuan yang pernah masuk nominasi Most Favorite Rising Star MTV lewat film ALEXANDRIA itu, kini tengah menjalin hubungan dengan pembalap nasional Moreno Seoprapto, yang juga adik dari Ananda Mikola.

Hubungan yang dijalinnya dengan Moreno harus bubar pada pertengahan 2008. Bintang film MACABRE ini kemudian dikabarkan tengah dekat dengan mantan kekasih Dian Sastrowardoyo, Abi Yapto. Namun akhirnya Julie membantah berpacaran dengan Abi. Kini bintang RUMAH DARA ini tengah menjalin kasih dengan penyanyi Ello.

Selalu berperan di layar lebar, mengawali tahun 2010, Julie mulai merambah dunia sinetron. tak tanggung-tanggung ia langsung bermain di sinetron stripping, AMANAH DALAM CINTA.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/julie_estelle/

Biografi Jonathan Frizzy

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Jonathan Frizzy

Nama Lengkap: Jonathan Frizzy Simanjuntak
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Tanggal Lahir: Pematang Siantar, 13 April 1982


Jonathan Frizzy Simanjuntak atau lebih dikenal dengan nama Jonathan Frizzy adalah seorang model dan bintang sinetron kelahiran Pematang Siantar, 13 April 1982.

Ijong, begitu biasa dipanggil, mengawali debut sinetron lewat DEWI FORTUNA produksi Tripar Multivision Plus. Disusul kemudian sinetron, SIAPA TAKUT JATUH CINTA, ABG 2, RODA RODA CINTA dan SOK KENAL SOK DEKAT.

Sukses berikutnya diraih pacar Dominique Agisca Diyose itu lewat sinetron DARI TEMEN JADI TEMEN, CIKLET, BUNGA DI TEPI JALAN, SAPA SURUH DATANG JAKARTA, BENCI JADI CINTA, IMPIAN CINDERELLA, PENYIHIR CINTA dan lain-lain.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/jonathan_frizzy/

Biografi Jihan Fahira - Biografi Artis

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Jihan Fahira

Nama :Jihan Fahira
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama: Islam
Tanggal Lahir: Jakarta, 06 Januari 1978

Jihan Fahira adalah seorang bintang model dan pesinetron ternama, lahir di Jakarta, 8 Januari 1978. Peran terkenalnya saat membintangi sinetron 'terpanjang' TERSANJUNG, yang disiarkan Indosiar.

Sejak usia tiga tahun, Jihan telah menunjukan bakatnya, dengan menjadi bintang iklan untuk produk susu balita. Dan saat beranjak remaja Jihan menjadi salah satu finalis Gadis Sampul 1993. Semenjak itu, banyak tawaran datang padanya, baik sinetron maupun membintangi produk iklan. Sinetron pertamanya ialah sinetron anak-anak ANTV, LAIN SENDIRI.

Jihan sendiri adalah istri aktor sinetron Primus Yustisio, yang sebelumnya pacar Nafa Urbach. Jihan menikah dengan Primus pada tanggal 17 September 2004. Pasangan ini dikaruniai sepasang anak, anak pertama perempuan, Lana (lahir 26 Juli 2006) dan anak kedua laki-laki (lahir 13 April 2008).

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/jihan_fahira/

Biografi Band Jikustik - Biodata Band

Posted by Biografi | Profil | Biodata 0 comments
Biografi Band Jikustik


Nama Band: Jikustik

Berdiri: Yogyakarta, 26 Februari 1996


Jikustik adalah nama grup musik yang terbentuk di Yogyakarta, 26 Februari 1996, dengan personel Pongki (vokal, gitar), Icha (bass, vokal), Dadi (gitar, vokal), Adhit (keyboard) dan Carlo (drum).

Jikustik, sebelum populer menggunakan nama G-Coustic. Mereka tampil di kafe-kafe, begitu pun saat rillis album independent, masih menggunakan huruf 'G' berasal dari nama Geronimo, sebuah radio di Jogja, yang menjadi cikal bakal Jikustik. Sedangkan Coustic berasal dari kata acoustic.

Dua personal, masing-masing Icha dan Adhit pernah membentuk grup band bersama Eross 'Sheila on 7', sebelum bergabung dengan Jikustik. Grup bernama Dizzy juga kerap manggung di acara sekolah dan kampus dengan banyak membawakan lagu rock n roll dengan Icha sebagai vokalisnya.

Karena kegigihan Jikustik pernah mengeluarkan album independent, berjudul Bulan Di Djogja. Berisi lagu-lagu, Bulan di Pangkuan, Bersanding Denganmu, Rie..., Menunggumu Pulang, Seribu Tahun Lamanya, Separuh Hati, Didera Hujan dan Adinda.

Kini selain sebagai personel Jikustik, baik Pongki maupun Icha, banyak menciptakan lagu untuk para penyanyi, baik penyanyi senior maupun pendatang baru. Di antara mereka termasuk Audy, Iwan Fals, Chrisye, Siti Nurhaliza dan Rossa. Begitu pun Icha yang menciptakan lagunya untuk penyanyi senior Malaysia, Sheila Madjid.

Dua tahun vakum, ditahun 2008 Jikustik kembali mengeluarkan album terbarunya. Album kesembilan ini diberi judul MALAM. Yang sedikit berbeda, adalah keberanian Jikustik untuk memilih single Selamat Malam sebagai single utama. Selamat Malam menggunakan irama beat yang cukup cepat, mirip lagu dance. Tapi hal ini malah membuat lagu ini sukses menjadi top chart di beberapa radio.

Referensi: http://selebriti.kapanlagi.com/jikustik/

Biografi Felix Mendelssohn Bartholdy - Biogrfai Musisi Dunia

Posted by Biografi | Profil | Biodata Tuesday, 9 February 2010 0 comments
Biografi Felix Mendelssohn Bartholdy - Biogrfai Musisi Dunia

Felix Mendelssohn Bartholdy lahir di Hamburg tanggal 3 Februari 1809 dan meninggal di Leipzig tanggal 4 November 1847. Kakak perempuan Felix, yaitu Fanny Mendelssohn lahir tahun 1805. Seperti halnya Felix, Fanny Mendelssohn juga menjadi komponis. Tahun 1811 lahir adik Felix yang diberi nama Rebecca dan kemudian tahun 1812, Paul Mendelssohn. Mendelssohn adalah komponis gemilang yang sudah mulai berkarya sejak ia berusia 11 tahun. Semasa hidupnya, yang hanya 38 tahun Mendelssohn menciptakan sejumlah besar karya dan berjasa bagi dunia musik.


Masa Kecil (1809-1824)

Karena Hamburg diduduki Perancis, tahun 1811 keluarga Mendelssohn pindah ke Berlin, di mana nenek Felix Mendelssohn tinggal. Di Berlin Felix dan Fanny mendapat pendidikan musik dari ibu mereka, yang menjadi murid Johann Philipp Kirnbergers yang mendalami musik Johann Sebastian Bach. Tahun 1816 Fanny dan Felix berkunjung ke Paris dan mendapat pelajaran musik dari Madam Bigot. Setelah kembali ke Berlin, kedua kakak beradik itu belajar komposisi dan memainkan piano.

Felix Mendelssohn tampil di depan umum untuk pertama kalinya pada usia sembilan tahun, yaitu dengan memainkan piano dalam konser musik kamar atau chamber music, tanggal 24 Oktober 1818. Bulan April tahun 1819 ia tampil sebagai penyanyi di sekolah menyanyi Sing-Akademie di Berlin. Tahun 1820, ketika baru berumur 11 tahun, Felix Mendelsohn mulai membuat komposisi. Dalam waktu satu tahun ia menulis hampir 60 karya musik, antara lain sejumlah lagu, sonata untuk piano, karya musik untuk trio yang terdiri dari dua alat musik gesek dan piano, sonata untuk biola, sejumlah karya musik untuk orgen dan bahkan opera yang terdiri dari tiga bagian. Karya-karya itu kemudian disusul dengan karya-karya lebih besar di tahun 1821.

Tahun 1821, dalam usia 12 tahun Mendelssohn untuk pertama kalinya bertemu dengan pengarang kenamaan Jerman, Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832). Ia menginap di rumah Goethe di Weimar selama 16 hari. Pertemuan dengan Goethe sangat mengesankan bagi Mendelssohn, dan merupakan awal persahabatan mereka. Tahun 1822 Mendelssohn jauh lebih produktif dari di tahun-tahun sebelumnya. Semasa kecil, Felix Mendelssohn dan saudara-saudaranya selalu mengadakan pertunjukan kecil di rumah orang tua mereka, setiap hari Minggu pagi. Felix menjadi pemimpin, sementara Fanny memainkan piano, Rebecca bernyanyi dan Paul memainkan cello. Felix juga menulis karya-karya pendek untuk kesempatan ini.

Masa Remaja (1825-1829)

Tahun 1825, Felix ikut ayahnya, Abraham Mendelssohn ke Paris. Di kota besar itu ia berkenalan dengan dua komponis ternama di jamannya, yaitu Rossini dan Meyerbeer. Ia juga berkenalan dengan komponis Luigi Cherubini, yang mengagumi bakatnya. Namun dari surat-suratnya tampak jelas, bahwa Felix kurang menyukai musik klasik Perancis, tetapi ia memulai persahabatan dengan beberapa orang, yang terus dibina bertahun-tahun.

Bulan Mei 1825 Felix kembali ke Berlin bersama ayahnya. Dalam perjalanan pulang ia singgah di Weimar dan mengunjungi Goethe untuk kedua kalinya. Di rumah Goethe ia memainkan karyanya yang berjudul Quartett in b-Moll, yang dihadiahkannya untuk Goethe. Setelah tiba kembali di Berlin, Abraham Mendelssohn membawa keluarganya pindah ke rumah tua dan besar di jalan Leipziger Straße di Berlin. Di rumah ini untuk pertama kalinya dimainkan bagian pertama (Ouvertüre) dari karya Felix Mendelssohn yang berjudul Sommernachtstraum, atau impian malam musim panas, yang didasari drama komedi karya pujangga Inggris William Shakespeare (1564-1616), yang berjudul A Midsummer Night's Dream. Komposisi ini adalah karya Mendelssohn yang paling terkenal di dunia. Partitur komposisi ini ditandai dengan tulisan tanggal "Berlin, 6 Agustus 1826". Pada saat membuat komposisi mengagumkan ini Felix Mendelssohn baru berusia 17 tahun.

Di samping menulis karya-karya musik, Mendelssohn juga berkuliah di Universitas Berlin. Ia antara lain mengikuti kuliah filsuf terkenal Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Selain itu, Mendelssohn juga mendirikan sebuah paduan suara yang secara khusus mempelajari dan mempagelarkan karya-karya Johann Sebastian Bach. Sebelum dihidupkan kembali oleh Mendelssohn, karya-karya komponis ternama Jerman tersebut hampir tidak dikenal di negaranya sendiri.

Perjalanan Konser Pertama (1829-1832)

April 1829 Felix Mendelssohn untuk pertama kalinya mengadakan perjalanan ke London, di mana ia disambut dengan antusias. Penampilan pertamanya di depan publik Inggris adalah dalam sebuah konser orkestra Philharmonic Society, di mana ia bertindak sebagai dirigen. Tanggal 25 Juni 1829 ia memainkan untuk pertama kalinya di Inggris Ouvertüre dari Sommernachtstraum. Setelah konser, Mendelssohn secara tidak sengaja meninggalkan partitur karyanya itu di sebuah kereta sewaan. Sekembalinya di rumah, ia menulis kembali karya itu dan menghasilkan kopi yang sempurna, sepenuhnya hanya berdasarkan ingatan.

Setelah serangkaian konser, Mendelssohn melanjutkan perjalanan ke Skotlandia, di mana ia mendapat inspirasi untuk karyanya yang berjudul Hebriden-Ouvertüre dan Schottische Sinfonie atau Simfoni Skotlandia. Akhir November 1829 ia kembali ke Berlin. Bulan Mei tahun 1830 Mendelssohn mengadakan perjalanan ke Italia. Dalam perjalanan ia singgah dua pekan di Weimar dan mengunjungi Goethe.

Dalam perjalanan pulang dari Roma, Oktober 1831 ia singgah di München, di mana ia menulis sebuah karya untuk piano yang berjudul Klavierkonzert g-Moll. Setelah singgah di Stuttgart, Frankfurt am Main dan Düsseldorf, akhirnya Mendelssohn bertolak ke Paris dan menjumpai orang-orang yang dikenalnya saat berkunjung tahun 1825. Ketika itu ia berhubungan erat dengan dua komponis ternama lain Eropa, yaitu Franz Liszt dan Frédéric Chopin. Tanggal 19 Februari 1832 bagian pertama Sommernachtstraum dan sejumlah karya lainnya ditampilkan di gedung Conservatoire. Tetapi tidak semua karyanya mendapat sambutan hangat. Perjalanannya ini kemudian terpaksa dipersingkat karena ia tertular penyakit Kolera. Bulan Maret 1832 Mendelssohn kembali ke Berlin.

Mendelssohn sembuh dari Kolera dalam waktu singkat. Tanggal 23 April 1832 ia berkunjung lagi ke London. Ia memimpin sejumlah konser dan mempublikasikan bagian pertama kumpulan lagunya yang berjudul Lieder ohne Worte atau lagu-lagu tanpa kata-kata. Bulan Juli 1832 ia kembali ke Berlin.

Periode 1832-1835

Felix Mendelssohn memutuskan untuk tidak bekerja secara tetap di posisi manapun selama beberapa tahun. Awal tahun 1833 ia kembali berkunjung ke London. Kali ini ia memimpin konser karyanya yang berjudul Italienische Sinfonie atau Simfoni Italia. Tanggal 26 Mei 1833 ia memainkan karya itu dalam festival musik di kota Düsseldorf, Niederrheinisches Musikfest. Konser tersebut sangat sukses, sehingga pemerintah kota Düsseldorf langsung menawarkan posisi direktur musik kota tersebut. Posisi itu mencakup sejumlah tugas, yaitu memimpin musik di semua gereja terbesar, di teater dan di dua gedung pertunjukan.

Sebelum memangku posisi tersebut, Mendelssohn kembali berkunjung ke London bersama ayahnya, dan kembali ke Düsseldorf tanggal 27 September 1833. Pekerjaannya di gereja dan gedung konser berjalan lancar, tetapi hubungannya dengan menejer teater tidak berjalan mulus. Kemungkinan karena alasan itu Mendelssohn kemudian lebih mengutamakan musik gereja daripada opera. Di Düsseldorf ia mulai menulis karya bermotif agama yang pertama dengan judul Paulus Oratorium, yang menceritakan kehidupan rasul Paulus. Posisi direktur musik di Düsseldorf mungkin akan dipertahankannya lebih lama, jika saja ia tidak mendapat tawaran untuk menjadi pemimpin tetap gedung konser Gewandhaus di Leipzig.

Leipzig (1835-1841)

Agustus 1835 Mendelssohn pindah ke Leipzig dan memimpin konser pertama tanggal 4 Oktober yang memainkan karya berjudul Meeresstille und Glückliche Fahrt atau tenangnya laut dan perjalanan yang membahagiakan. Dibanding karya-karyanya yang lain, komposisi ini sekarang kurang disukai orang. Konser-konsernya di Gewandhaus mendapat pujian luar biasa, sehingga ia mendapat penghargaan honoris causa di bidang filsafat tanggal 20 Maret 1836.

Tahun 1837 sangat membahagiakan bagi Felix Mendelssohn. Tanggal 28 Maret 1837 ia menikah dengan Cécile Charlotte Sophie Jeanrenaud. Ia berkenalan dengan Cécile di Frankfurt am Main saat musim panas 1836. Dari perkawinannya Mendelssohn mempunyai lima anak. Masa-masa bulan madunya belum lama lewat ketika ia sudah kembali mendapat panggilan ke Inggris, di mana ia harus memimpin konser Paulus Oratorium dalam festival musik Birmingham. Dalam perjalanan kali ini ia memainkan orgen di gereja St. Paul dan Christ Church. Dengan permainannya itu, ia menanamkan pengaruh besar atas organis-organis Inggris. Di Inggris ia mulai merencanakan Oratorium berikutnya, yang berjudul Elias.

Tahun-Tahun Terakhir di Leipzig

Ruang kerja Mendelssohn di rumahnya di LeipzigBildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Ruang kerja Mendelssohn di rumahnya di Leipzig

Tahun 1843 Mendelssohn mendirikan sekolah tinggi musik pertama di Jerman, Conservatorium di Leipzig, yang diresmikan tanggal 3 April di gedung pertunjukan Gewandhaus. Di tahun yang sama ia diangkat menjadi warga kehormatan kota Leipzig. Tahun 1844 ia memimpin sejumlah konser simfoni di London dan memainkan musik dari karyanya Sommernachtstraum.

Setelah berkunjung singkat ke Frankfurt am Main, September 1845 Mendelssohn kembali ke Leipzig. Ia kembali menjalankan tugasnya dan mengajar di sekolah tinggi musik. Tanggal 26 Agustus 1846 karyanya Elias Oratorium dipagelarkan di festival Birmingham dan mendapat sambutan sangat antusias. Ia kembali ke Leipzig dan kembali bekerja seperti biasa. Tetapi kesehatannya mulai terganggu. Tahun 1847 Mendelssohn mengadakan perjalanan ke sepuluh dan yang terakhir ke Inggris, yaitu untuk memimpin permainan Elias Oratorim di Exeter Hall, di Manchester dan Birmingham.

Setelah kembali dari Inggris, berita meninggalnya kakaknya Fanny menjadi pukulan berat bagi Felix Mendelssohn. Ia menarik diri dari masyarakat umum, serta berlibur selama berbulan-bulan di Swiss dan Jerman Selatan. Tanggal 28 Oktober ia menderita stroke di Leipzig. Setelah stroke kedua tanggal 3 November, Mendelssohn berada dalam keadaan koma dan meninggal sehari setelahnya, dalam usia 38 tahun. Rumah kediamannya di jalan Goldschmidtstraße 12 di Leipzig kini menjadi museum Mendelssohn-Haus, dan menjadi salah satu tempat bersejarah di Jerman.

Referensi :http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/12/biografi-felix-mendelssohn-bartholdy.html